FENOMENA GIMIK POLITIK “WARNA SARI DEMOKRASI PANCASILA” (SUATU KRITIK SOSIAL)

Penulis

  • Yosep Copertino Apaut Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Cendana Wangi

Kata Kunci:

Demokrasi, Politik, Gimik, Pancasila

Abstrak

Tulisan ini dibuat semata-mata untuk melihat fenomena gimik politik yang berkembang saat menjelang pemilu serentak di tanggal 14 Februari 2024 yang lalu, serta menganalisa konsep dasar demokrasi pancasila yang merupakan kebanggan bangsa indonesia sehingga dikenal sebagai salah satu bangsa beradab yang sangat demokratis di Dunia. Pada sudut yang lain dari tulisan ini, juga digambarkan tentang demokrasi bangsa yang makin kehilangan arah dari bentuk idealnya yakni demokrasi Pancasila. Banyak faktor yang tentunya mempengaruhi perubahan arah berpolitik  dari bangsa ini, sehingga  untuk kembali menjadikan bangsa ini tetap eksis dalam jati diri politiknnya maka salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pendidikan politik untuk memperkuat pengetahuan masyarakat. Dengan menggunakan metode kualitatif fenomologi, diharapkan artikel ini dapat memberi gambaran nyata tentang isu besar yang dibahas yaitu Fenomena Gimik Politik yang akhir-akhir ini seolah menjadi Warna Sari Demokrasi Pancasila.

This article was written solely to look at the phenomenon of political gimmicks that developed in the lead up to the simultaneous elections on February 14 2024, as well as to analyze the basic concept of Pancasila democracy which is the pride of the Indonesian nation so that it is known as one of the most democratic civilized nations in the world. In another corner of this article, it also describes the nation's democracy which is increasingly losing direction from its ideal form, namely Pancasila democracy. Many factors certainly influence changes in the political direction of this nation, so that to make this nation continue to exist in its political identity, one way that can be done is by conducting political education to strengthen public knowledge. By using qualitative phenomological methods, it is hoped that this article can provide a real picture of the big issue discussed, namely the Political Gimic Phenomenon which recently seems to be the color of the Essence of Pancasila Democracy.       

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-10