Jurnal Inovasi Pendidikan https://ojs.co.id/1/index.php/jip id-ID Sat, 28 Feb 2026 04:49:06 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 KONSEP DASAR PENDIDIKAN INKLUSI https://ojs.co.id/1/index.php/jip/article/view/4361 <p>Pendidikan inklusi merupakan pendekatan pendidikan yang menekankan pemenuhan hak setiap peserta didik untuk memperoleh layanan pendidikan yang setara tanpa diskriminasi. Pendidikan inklusi hadir sebagai upaya untuk mengakomodasi keberagaman peserta didik, baik dari segi kemampuan, latar belakang, kondisi fisik, intelektual, sosial, maupun emosional dalam satu sistem pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep dasar pendidikan inklusi, meliputi pengertian, tujuan, prinsip, serta perannya dalam mewujudkan pendidikan untuk semua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui studi pustaka terhadap berbagai sumber literatur yang relevan, seperti buku, dokumen kebijakan, dan artikel jurnal ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan inklusi bertujuan untuk memberikan akses pendidikan yang adil dan setara bagi seluruh peserta didik serta mengembangkan potensi individu secara optimal sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Prinsip utama pendidikan inklusi meliputi kesetaraan, nondiskriminasi, penghargaan terhadap keberagaman, serta keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran. Pendidikan inklusi juga memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah, adaptif, dan mendukung perkembangan peserta didik. Dengan pemahaman yang baik mengenai konsep dasar pendidikan inklusi, diharapkan pendidik dan satuan pendidikan mampu mengimplementasikan pendidikan inklusif secara lebih efektif dan berkelanjutan.</p> <p><em>Inclusive education is an educational approach that emphasizes fulfilling the right of every student to receive equal educational services without discrimination. Inclusive education is introduced as an effort to accommodate the diversity of students, whether in terms of ability, background, physical, intellectual, social, or emotional condition, within a single educational system. This research aims to describe the basic concepts of inclusive education, including its definition, goals, principles, and its role in achieving education for all. </em></p> <p><em>This study uses a qualitative approach with a descriptive method thru a literature review of various relevant sources, such as books, policy documents, and scientific journal articles. The study results indicate that inclusive education aims to provide fair and equal access to education for all learners and to optimize individual potential according to their respective needs. The main principles of inclusive education include equality, non-discrimination, respect for diversity, and the active involvement of students in the learning process. Inclusive education also plays a strategic role in creating a friendly, adaptive, and supportive learning environment for students. With a good understanding of the basic concepts of inclusive education, it is hoped that educators and educational institutions will be able to implement inclusive education more effectively and sustainably.</em></p> Muhammad Faturohman, Laxmi Permata Sari Suardi, Mirda Oktavia, Suci Amelia, Annisa Alifiyani Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan https://ojs.co.id/1/index.php/jip/article/view/4361 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING UNTUK MENANAMKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA KELAS V PADA MATA PELAJARAN IPAS DI SD INPRES SIKUMANA 2 KOTA KUPANG https://ojs.co.id/1/index.php/jip/article/view/4374 <p>Manek, Anggelina Susanti 2024, Penerapan Model Pembelajaran Problem Posing untuk Menanamkan Keaktifan Belajar Siswa Kelas V pada Mata Pelajaran IPAS di SD Inpres Sikumana 2 Kota Kupang. Skripsi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Citra Bangsa. Pembimbing: Yulsy Marselina Nitte, S.H., M.Pd &amp; Kristina E. Noya Nahak S.Pd., M.Pd &nbsp;Problem posing adalah perumusan soal sederhana atau perumusan ulang soal yang ada dengan beberapa perubahan agar lebih sederhana dan dapat dipahami dalam rangka memecahkan soal yang rumit. Aktivitas belajar adalah segenap rangkaian kegiatan peserta didik dengan cara meniru perilaku orang lain, dan pengalaman vicarious, yaitu belajar dari kegagalan dan keberhasilan orang lain. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui keaktifan siswa melalui model pembelajaran problem posing pada siswa kelas V SD Inpres Sikumana 2 Kota Kupang. Metode penelitian yang digunakan metode ekperimen dengan desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pretest-postest design. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yaitu tes dan observasi. &nbsp;Data hasil penelitian disajikan data statistika. Penelitian menunjukan bahwa hasil perhitungan pretest siswa yang di ajarkan tanpa menggunakan model pembelajaran problem posing rendah yaitu 60,25 dan hasil postest setelah menggunakan model pembelajaran problem posing lebih tinggi yaitu 87,00. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh model pembelajaran problem posing terhadap keaktifan belajar siswa kelas V SD Inpres Sikumana 2 Kota Kupang.</p> <p><em>Problem posing is the formulation of a simple problem or reformulation of an existing problem with several changes to make it simpler and more understandable in order to solve a complex problem. Learning activities are a whole series of student activities by imitating other people's behavior, and vicarious experiences, namely learning from the failures and successes of other people. The aim of this research is to determine student activity through the problem posing learning model in class V students at SD Inpres Sikumana 2, Kupang City. The research method used was an experimental method with the research design used in this research being a one group pretest-posttest design. This research uses data collection techniques, namely tests and observations. &nbsp;The research results are presented as statistical data. Research shows that the pretest calculation results for students taught without using the problem posing learning model are low, namely 60.25 and the posttest results after using the problem posing learning model are higher, namely 87.00. &nbsp;It can be concluded that there is an influence of the problem posing learning model on the activity of class V students at SD Inpres Sikumana 2, Kupang City.</em></p> Anggelina Susanti Manek, Yulsy Marselina Nitte Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan https://ojs.co.id/1/index.php/jip/article/view/4374 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 DISSOCIATIVE IDENTITY DISORDER (DID) PADA TOKOH KARANG DALAM NOVEL AKU TAK MEMBENCI HUJAN KARYA SRI PUJI HARTINI KAJIAN PSIKOANALISIS: CARL GUSTAV JUNG https://ojs.co.id/1/index.php/jip/article/view/4370 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk kesadaran dan ketidaksadaran serta peran trauma masa lalu terhadap perkembangan Dissociative Identity Disorder (DID) pada tokoh utama Karang dalam novel Aku Tak Membenci Hujan karya Sri Puji Hartini dengan menggunakan teori</p> <p>psikoanalisis analitik Carl Gustav Jung. Fokus kajian diarahkan pada dua aspek, yaitu: pertama, struktur kesadaran dan ketidaksadaran tokoh Karang yang meliputi ego, fungsi jiwa, sikap jiwa, persona, dan shadow; kedua, pengaruh trauma masa lalu terhadap pembentukan persona dan penguatan shadow yang mendorong fragmentasi identitas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat terhadap kutipan dialog, narasi, dan deskripsi yang relevan dalam novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tokoh Karang menampilkan struktur kesadaran yang adaptif namun rapuh akibat dominasi fungsi perasaan dan kecenderungan introversi; (2) persona terbentuk sebagai mekanisme perlindungan diri untuk menjaga keharmonisan relasi dan penerimaan sosial, tetapi pembentukan yang berlebihan justru menekan ego; (3) trauma masa lalu memperkuat shadow sebagai akumulasi konflik batin yang tidak terintegrasi, sehingga memicu fragmentasi identitas dan mengarah pada perkembangan Dissociative Identity Disorder (DID). Kajian ini menunjukkan bahwa teori Carl Gustav Jung efektif dalam mengungkap dinamika kepribadian tokoh dan dampak trauma psikologis dalam karya sastra.</p> <p><em>This study aims to analyze the forms of consciousness and unconsciousness as well as the role of past trauma to the development of Dissociative Identity Disorder (DID) in the main character Karang in the novel I do not hate rain by Sri Puji Hartini by using the theory of analytical psychoanalysis Carl Gustav Jung. The focus of the study is directed at two aspects, namely: First, the structure of consciousness and unconsciousness of Coral figures which include ego, soul function, soul attitude, persona, and shadow; secondly, the influence of past trauma on the formation of persona and </em></p> <p><em>the</em></p> <p><em>strengthening of the shadow that promotes the fragmentation of identity. This study uses qualitative descriptive method with listen and record technique to quote dialogue, narrative, and relevant descriptions in the novel. The results showed that: (1) Coral figures display an adaptive but fragile structure of consciousness due to the dominance of feeling functions and introversion tendencies; (2) the persona is formed as a self-protection mechanism to maintain relationship harmony and social acceptance, but excessive formation actually suppresses the ego; (3) past trauma reinforces the shadow as an accumulation of inner conflicts that are not integrated, thus triggering identity fragmentation and leading to the development of Dissociative Identity Disorder (DID). This study shows that Carl Gustav Jung's theory is effective in revealing the personality dynamics of characters and the impact of psychological trauma in literary works.</em></p> Valdania Nathany Simbolon, Hera Chairunisa Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan https://ojs.co.id/1/index.php/jip/article/view/4370 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS DAMPAK PENGANGGURAN DI DESA NITA KABUPATEN SIKKA https://ojs.co.id/1/index.php/jip/article/view/4470 <p>Pengangguran merupakan salah satu permasalahan sosial yang memiliki dampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Fenomena ini terjadi akibat ketidak seimbangan antara jumlah angkatan kerja dengan kesempatan kerja yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab pengangguran serta upaya yang dilakukan pemerintah Desa Nita, Kabupaten Sikka, dalam mengatasinya. Pengangguran di Desa Nita masih menjadi permasalahan sosial yang cukup serius, terutama akibat terbatasnya lapangan kerja di sektor non-pertanian, rendahnya Tingkat Pendidikan dan keterampilan masyarakat, serta kurangnya akses terhadap modal usaha. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukan bahwa pengangguran di Desa Nita didominasi oleh usia produktif, khususnya kalangan muda yang belum memiliki keahlian kerja spesifik. Pemerintah desa telah berupaya mengatasi masalah ini melalui program padat karya, pelatih keterampilan, pengembangan sektor pertanian modern, serta pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk memperluas kesempatan kerja. Mesikipun demikian, pengangguran di Desa Nita dapat ditekan secara berkelanjutan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi lokal.</p> Veronika Regina Nona Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan https://ojs.co.id/1/index.php/jip/article/view/4470 Sat, 07 Mar 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY (TSTS) TERHADAP PEMAHAMAN NILAI-NILAI ANTI KORUPSI PESERTA DIDIK SMP NEGERI 3 NATAR https://ojs.co.id/1/index.php/jip/article/view/4371 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap pemahaman nilai-nilai antikorupsi peserta didik SMP Negeri 3 Natar, khususnya pada nilai disiplin. Model pembelajaran TSTS dipilih karena menekankan kerja sama, keterlibatan aktif, serta tanggung jawab peserta didik dalam setiap tahapan pembelajaran. Metode penelitian ini yaitu menggunakan kuantitatif dengan pendekatan quasi experiment. Subjek penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran diskusi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes (pretest dan posttest), lembar observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Independent Sample t-test dan uji N-Gain Score dengan bantuan program SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pemahaman nilai disiplin peserta didik pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hal ini ditunjukkan oleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 &lt; 0,05 yang berarti Hâ‚€ ditolak dan H1 diterima. Nilai rata-rata N-Gain Score kelas eksperimen sebesar 72,42 dengan kategori efektif, sedangkan kelas kontrol sebesar 21,42 dengan kategori kurang efektif. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman nilai disiplin sebagai bagian dari pendidikan antikorupsi melalui proses pembelajaran yang aktif dan kolaboratif.</p> Jelis Pramadanti, Yunisca Nurmalisa, Nurhayati Nurhayati, Berchah Pitoewas, Elisa Seftriyana Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Inovasi Pendidikan https://ojs.co.id/1/index.php/jip/article/view/4371 Sat, 28 Feb 2026 00:00:00 +0000