STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENUMBUHKAN SIKAP DISIPLIN SISWA MELALUI PROGRAM SHOLAT DHUHA DI SMPIT BINA INSAN MUARA WAHAU

Penulis

  • Sulistia Wahyuningsih STAI Sangatta Kutai Timur
  • Satriah STAI Sangatta Kutai Timur
  • Abdul Kadir STAI Sangatta Kutai Timur

Kata Kunci:

Strategi Guru Pai, Sikap Disiplin, Sholat Dhuha, Pembiasaan, Pendidikan Karakter

Abstrak

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menumbuhkan sikap disiplin siswa melalui program sholat dhuha di SMPIT Bina Insan Muara Wahau, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya, serta menjelaskan solusi yang diterapkan terhadap hambatan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Penelitian dilaksanakan di SMPIT Bina Insan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur, selama Oktober 2025 sampai Mei 2026, dengan observasi lapangan yang berlangsung pada Februari-April 2026. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan sumber primer yang meliputi wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, guru PAI, dan peserta didik. Analisis data mengikuti model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi, sedangkan keabsahan data diperkuat dengan triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan empat strategi utama, yaitu keteladanan, pembiasaan, pengawasan, dan kolaborasi antar guru. Program sholat dhuha dilaksanakan secara terjadwal pada pukul 07.15 WITA, rutin Senin-Kamis dan kondisional pada Jumat. Faktor pendukung meliputi sarana prasarana yang memadai, kebijakan sekolah yang menyediakan waktu khusus, dan pengaruh positif teman sebaya. Faktor penghambat utama adalah keterlambatan sebagian siswa dan semangat yang belum stabil. Guru mengatasinya melalui pendekatan persuasif/personal, bimbingan dan konsekuensi edukatif, pemantauan kehadiran, serta komunikasi dengan orang tua. Temuan memperlihatkan bahwa program sholat dhuha yang dilaksanakan secara konsisten dapat menjadi sarana pembiasaan disiplin waktu, disiplin beribadah, ketertiban, dan tanggung jawab siswa.

This study aims to describe the strategies used by Islamic Religious Education (PAI) teachers to foster student discipline through the Dhuha prayer program at SMPIT Bina Insan Muara Wahau, identify supporting and inhibiting factors, and explain the solutions used to address the obstacles. The study employed a qualitative phenomenological approach. It was conducted at SMPIT Bina Insan Muara Wahau, East Kutai Regency, from October 2025 to May 2026, with field observations carried out from February to April 2026. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Primary sources included the vice principal for student affairs, the PAI teacher, and students. Data analysis followed the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model consisting of data condensation, data display, and conclusion drawing/verification. Data credibility was strengthened through source, technique, and time triangulation. The findings reveal four main teacher strategies: role modelling, habituation, supervision, and collaboration among teachers. The Dhuha prayer program is scheduled at 07:15 WITA, routinely from Monday to Thursday and conditionally on Friday. Supporting factors include adequate facilities, school policies that allocate dedicated time, and positive peer influence. The main obstacles are student tardiness and fluctuating motivation. Teachers address these barriers through persuasive and personal approaches, guidance and educational consequences, attendance monitoring, and communication with parents. The findings indicate that a consistently implemented Dhuha prayer program can function as an educational routine for developing punctuality, worship discipline, orderliness, and student responsibility.

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-31