PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING DAN FLIPPED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS V SDN SIDODADI 02 SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2024-2025
Kata Kunci:
Creative Problem Solving, Flipped Learning, Hasil Belajar IPAAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh integrasi model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dan Flipped Learning terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN Sidodadi 02 semester genap tahun ajaran 2024–2025. Latar belakang penelitian didasari oleh kendala pembelajaran konvensional yang cenderung berpusat pada guru (teacher-centered), sehingga membatasi keterlibatan aktif dan nalar kritis siswa dalam memahami konsep-konsep sains. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan eksperimen semu (quasi-experiment) berdesain Non-equivalent Control Group Design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas V SDN Sidodadi 02, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes (pretest dan posttest) untuk mengukur ranah kognitif, serta lembar observasi dan rubrik penilaian untuk ranah afektif dan psikomotorik. Analisis data meliputi statistik deskriptif, uji prasyarat (normalitas dan homogenitas), serta statistik inferensial (Independent Sample t-test dan N-gain score). Hasil pemodelan dan pembahasan teoretis menunjukkan bahwa kombinasi Flipped Learning dan CPS secara efektif meningkatkan pengetahuan awal (prior knowledge), mereduksi beban kognitif, serta mengoptimalkan waktu tatap muka untuk eksplorasi dan pemecahan masalah secara kolaboratif. Sinergi kedua model ini terbukti memberikan dampak positif yang signifikan terhadap pencapaian hasil belajar IPA siswa secara holistik pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka.




