SIMBOL PERSEKUTUAN DALAM UIM LOPO: PENDEKATAN TEOLOGI BIBLIKA ATAS TRADISI SUKU AMANATUN DI TIMOR TENGAH SELATAN

Penulis

  • Yoel Y Baunsele Institut Agama Kristen Negeri Ambon
  • Febby Nancy Patty Institut Agama Kristen Negeri Ambon

Kata Kunci:

Uim Lopo, Persekutuan, Teologi Biblika, Masyarakat suku Amanatun

Abstrak

Penilitian ini bertujuan untuk mengkaji uim lopo (rumah lopo) yang berbentuk bundar dan piramida dalam budaya suku Amanatun di Timor Tengah selatan lopo sebagai symbol Persekutuan yang memiliki makna sosial, budaya dan teologi. Dalam tradisi suku amanatun lopo tidak hanya berfungsi sebagai tempat atau ruang musyawarah, tetapi menjadi ruang dialog yang menegaskan kebersamaan, solideritas dan identitas komunal. Penilitian ini menggunakan metode kualitatif deskripstif melalui pendekatan teologi biblika untuk menafsirkan nilai-nilai teologis yang terkadung dalam uim lopi sebagai symbol yang menghubungkan dnegan konsep koinonia Alkitabiah. Melalui tafsiran historis kritis penulis menganalisis teks Alkitab Kisah Para rasul 2:42-47 dan Mazmur 133,  mendialogkan teks dan konteks menemukan bahwa lopo dalam bentuknya yang bundar, struktur yang terbuka, praktik berdoa pada saat musim tanam jagung dan panen,  makan Bersama dalam linkaran , dan musyawarah Bersama mempunyai silogisme dengan teks-teks Alkitab di atas yang menekankan pada persatuan dan kesatuan, relasi sosial timbal balik, keramah tamahan dan relasi dengan sang pencipta. Hasil kajian menunjukan bahwa Uim Lopo mendapat fungsi teologis sebagai jembatan antara suku budaya Amanatun dan iman Kristen. Hal tersebut menjadi sumber refleksi gereja local khsusunya GMIT untuk membangun Persekutuan yang kontekstual dan inklusif yang berakar pada budaya local suku Amanatun. Dengan demikian penilitian ini menunjukan bahwa symbol budaya local seperti Uim Lopo memiliki poetensi yang signifikan untuk memperkaya pemahaman teologi Persekutuan dan relasi dalam konteks masyrakat suku Timor.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30