PENGARUH BUDAYA LOKAL BATAK TOBA, PAKPAK, DAN KARO TERHADAP KEHIDUPAN MASYARAKAT DI SIDIKALANG: KAJIAN KUALITATIF TENTANG NILAI BUDAYA DALAM KEHIDUPAN SOSIAL

Penulis

  • Tio Panta Purba Universitas HKBP Nommensen
  • Nurliani Siregar Universitas HKBP Nommensen

Kata Kunci:

Budaya Lokal, Batak Toba, Pakpak, Karo, Sidikalang, Modal Social

Abstrak

Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman budaya sebagai identitas nasional sekaligus modal sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Keberagaman tersebut tercermin melalui nilai-nilai adat, sistem kekerabatan, bahasa, dan tradisi yang masih dipertahankan oleh berbagai suku bangsa. Kabupaten Dairi, khususnya Kecamatan Sidikalang, merupakan wilayah multikultural yang dihuni oleh masyarakat Batak Toba, Pakpak, dan Karo. Masing-masing kelompok etnis memiliki sistem budaya yang berbeda, seperti Dalihan Na Tolu, Sulang Silima, dan Rakut Sitelu, yang masih diterapkan dalam kehidupan sosial masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya lokal Batak Toba, Pakpak, dan Karo terhadap kehidupan masyarakat di Sidikalang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya lokal masih memiliki pengaruh yang kuat terhadap pembentukan karakter, hubungan sosial, solidaritas masyarakat, kehidupan keagamaan, serta penghargaan terhadap pendidikan. Di sisi lain, modernisasi dan globalisasi menjadi tantangan dalam pelestarian budaya karena memengaruhi pola pikir dan perilaku generasi muda. Penelitian ini menegaskan bahwa budaya lokal merupakan modal sosial yang penting dalam menjaga harmoni masyarakat multikultural serta perlu dilestarikan melalui sinergi antara keluarga, lembaga pendidikan, tokoh adat, tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah daerah.

Indonesia is a nation characterized by cultural diversity, which serves as both a national identity and a form of social capital in community life. This diversity is reflected in the customary values, kinship systems, languages, and traditions preserved by various ethnic groups. Dairi Regency specifically the Sidikalang District is a multicultural area inhabited by the Batak Toba, Pakpak, and Karo peoples. Each ethnic group possesses distinct cultural systems such as Dalihan Na Tolu, Sulang Silima, and Rakut Sitelu that remain integral to social life. This study aims to analyze the influence of the local cultures of the Batak Toba, Pakpak, and Karo peoples on the community in Sidikalang. A qualitative approach utilizing a descriptive method was employed. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and subsequently analyzed using the interactive model developed by Miles, Huberman, and Saldaña, which encompasses data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that local culture continues to exert a strong influence on character formation, social relationships, solidarity, religious life, and the value placed on education. Conversely, modernization and globalization impact cultural preservation by influencing the mindsets and behaviors of the younger generation. This study underscores that local culture constitutes vital social capital for maintaining harmony within a multicultural society and emphasizes the need for its preservation through synergy among families, educational institutions, traditional and religious leaders, the community, and the local government.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-31