AGAMA DAN PLURALISME DALAM TEKS PERJANJIAN LAMA
Kata Kunci:
Agama, Pluralisme, Perjanjian Lama, Keberagaman, Toleransi, IsraelAbstrak
Artikel ini membahas tentang agama dan pluralisme dalam teks Perjanjian Lama. Perjanjian Lama menunjukkan bahwa bangsa Israel hidup di tengah masyarakat yang memiliki berbagai kepercayaan dan praktik keagamaan. Dalam situasi tersebut, Allah memanggil Israel untuk tetap setia kepada-Nya sebagai satu-satunya Allah yang benar. Namun, kesetiaan kepada Allah tidak berarti menolak atau membenci bangsa lain yang memiliki keyakinan berbeda. Melalui kisah-kisah seperti Abraham dan Melkisedek, Rut orang Moab, serta pelayanan Yunus kepada bangsa Niniwe, Perjanjian Lama memperlihatkan bahwa Allah juga peduli kepada seluruh bangsa. Kajian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara kesetiaan iman dan sikap menghargai keberagaman dalam perspektif Perjanjian Lama. Hasil kajian menunjukkan bahwa Perjanjian Lama mengajarkan pentingnya mempertahankan identitas iman sekaligus membangun sikap toleransi, penghormatan, dan hidup berdampingan secara damai dengan orang yang berbeda agama. Nilai-nilai tersebut tetap relevan dalam kehidupan masyarakat modern yang majemuk.
Abstract This article examines religion and pluralism within Old Testament texts. The Old Testament reveals that the people of Israel lived amidst a society characterized by diverse religious beliefs and practices. In this context, God called upon Israel to remain faithful to Him as the one true God. However, faithfulness to God did not entail rejecting or harboring hatred toward other nations holding different beliefs. Through narratives such as those of Abraham and Melchizedek, Ruth the Moabite, and Jonah’s ministry to the people of Nineveh, the Old Testament demonstrates God’s concern for all nations. This study aims to understand the relationship between faithfulness in faith and an attitude of respect for diversity from an Old Testament perspective. The findings indicate that the Old Testament teaches the importance of maintaining one's religious identity while simultaneously fostering tolerance, respect, and peaceful coexistence with people of different faiths. These values remain relevant in the context of today's pluralistic society.




