STRATEGI EDUKASI IMAN YANG INKLUSIF DESAIN KURIKULUM PAK UNTUK MENGATASI PRASANGKA DAN DISKRIMINASI

Penulis

  • Sindi W Nubatonis Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Dermi J. Bauana Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Ayu H. Tode Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Imelda F. Sabuna Institut Agama Kristen Negeri Kupang
  • Tresance M. Missa Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Kata Kunci:

PAK Inklusif, Kurikulum

Abstrak

Penelitian ini membahas strategi edukasi iman yang inklusif dalam desain kurikulum Pendidikan Agama Kristen (PAK) sebagai upaya merespons meningkatnya fenomena prasangka dan diskriminasi dalam konteks masyarakat yang majemuk. Kajian ini berangkat dari realitas bahwa praktik PAK di berbagai konteks pendidikan masih cenderung berorientasi pada transmisi pengetahuan, sehingga belum sepenuhnya mengakomodasi pembentukan sikap inklusif, dialogis, dan reflektif dalam diri peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan menelaah berbagai literatur ilmiah dari jurnal pendidikan, teologi, dan ilmu sosial dalam kurun waktu lima hingga sepuluh tahun terakhir, serta diperkuat oleh pemikiran tokoh-tokoh pendidikan dan teologi kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan agama yang tidak dirancang secara inklusif berpotensi memperkuat batas sosial, stereotip, dan eksklusivisme, sedangkan pendekatan yang dialogis, partisipatif, dan berbasis pengalaman mampu mendorong terbentuknya kesadaran kritis serta sikap saling menghargai. Temuan juga menegaskan bahwa integrasi nilai inklusivitas dalam kurikulum PAK bukan hanya respons pedagogis, tetapi juga ekspresi teologis dari iman Kristen yang menekankan kasih, penerimaan, dan keadilan dalam relasi sosial. Dengan demikian, pengembangan kurikulum PAK yang inklusif menjadi kebutuhan mendesak untuk membentuk generasi yang tidak hanya memahami iman secara kognitif, tetapi juga menghidupinya secara nyata dalam keberagaman masyarakat.

This study discusses inclusive faith education strategies in the design of the Christian Religious Education (PAK) curriculum as an effort to respond to the increasing phenomenon of prejudice and discrimination in the context of a pluralistic society. This study departs from the reality that PAK practices in various educational contexts still tend to be oriented towards the transmission of knowledge, thus not fully accommodating the formation of inclusive, dialogical, and reflective attitudes in students. This study uses a literature study approach by reviewing various scientific literature from educational, theological, and social science journals over the past five to ten years, and is strengthened by the thoughts of contemporary educational and theological figures. The results of the study indicate that religious education that is not designed inclusively has the potential to reinforce social boundaries, stereotypes, and exclusivism, while a dialogical, participatory, and experience-based approach can encourage the formation of critical awareness and mutual respect. The findings also confirm that the integration of inclusive values in the PAK curriculum is not only a pedagogical response, but also a theological expression of the Christian faith that emphasizes love, acceptance, and justice in social relations. Thus, developing an inclusive Christian Religious Education curriculum is an urgent need to shape a generation that not only understands faith cognitively but also lives it out in a diverse society.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30