Jurnal Eksplorasi Pendidikan https://ojs.co.id/1/index.php/jep id-ID Jurnal Eksplorasi Pendidikan MANAJEMEN OLAHRAGA DI ERA DIGITAL https://ojs.co.id/1/index.php/jep/article/view/4079 <p>Manajemen olahraga adalah bidang yang meliputi proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian berbagai aktivitas keolahragaan untuk mencapai sasaran yang telah dirumuskan. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana peran serta efektivitas manajemen olahraga dalam meningkatkan mutu pelaksanaan kegiatan olahraga, pengembangan kemampuan atlet, serta mendorong partisipasi masyarakat. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif, penelitian ini membahas komponen penting dalam pengelolaan olahraga, seperti manajemen sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, strategi promosi, dan pengelolaan anggaran. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa manajemen yang terstruktur dan profesional memiliki kontribusi signifikan terhadap keberhasilan organisasi olahraga, baik dalam penyelenggaraan event maupun peningkatan prestasi atlet. Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak serta penerapan teknologi terkini terbukti dapat memperkuat efektivitas pengelolaan olahraga. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan penerapan strategi manajemen olahraga yang terpadu guna mencapai tujuan keolahragaan yang berkelanjutan dan kompetitif.</p> <p><em>Sports management is a discipline that encompasses the processes of planning, organizing, directing, and controlling various sports-related activities in order to achieve established objectives. The purpose of this study is to analyze the role and effectiveness of sports management in enhancing the quality of sports program implementation, athlete development, and community participation. Employing a descriptive approach, this research examines key dimensions of sports management, including human resource administration, technological integration, sports promotion strategies, and financial management. The findings reveal that well-structured and professionally executed management practices play a crucial role in the success of sports organizations, ranging from event implementation to the improvement of athletic performance. The study also highlights that collaboration with multiple stakeholders and the utilization of modern technology significantly enhance the efficiency of sports management systems. Consequently, this study recommends the adoption of integrated sports management strategies to achieve sustainable and highly competitive sports development goals.</em></p> Ameldianti Didik Purwanto Andi Saparia Muhammad Fauzan Ponsianus Gusti Rambak Hutomo S. Tudu Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Eksplorasi Pendidikan 2025-12-30 2025-12-30 8 12 PERAN CONTROLLING KEPALA MADRASAH SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PROGRAM SUPERVISI MANAJERIAL DI MADRASAH ALIYAH MAMB’AUL ULUM KOTA JAMBI https://ojs.co.id/1/index.php/jep/article/view/4195 <p>Artikel ini membahas tentang peran controlling kepala madrasah dalam meningkatkan kualitas supervisi manajerial di Madrasah Aliyah Mamb’aul Ulum Kota Jambi. Fungsi controlling tidak hanya mencakup pengawasan, tetapi juga memastikan seluruh kegiatan manajerial berjalan sesuai rencana, standar operasional, dan tujuan mutu pendidikan madrasah. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, artikel ini menemukan bahwa peran controlling kepala madrasah melalui monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut yang berkelanjutan mampu memperkuat budaya mutu, meningkatkan ketertiban administrasi, serta mengoptimalkan fungsi supervisi manajerial. Temuan ini menegaskan bahwa controlling merupakan elemen kunci dalam manajemen madrasah yang efektif.</p> <p><em>This article discusses the controlling role of the madrasah principal in improving the quality of managerial supervision at the Mamb'aul Ulum Islamic Senior High School in Jambi City. The controlling function encompasses not only supervision but also ensuring that all managerial activities are carried out according to plans, operational standards, and the madrasah's educational quality objectives. Using a qualitative descriptive approach, this article finds that the madrasah principal's controlling role through continuous monitoring, evaluation, and follow-up can strengthen the quality culture, improve administrative order, and optimize the managerial supervision function. These findings confirm that controlling is a key element in effective madrasah management.</em></p> Rusmini Kasful Anwar Us M. Zainal Akbar Saputra Muhammad Ridwan Muhammad Ilham Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Eksplorasi Pendidikan 2025-12-30 2025-12-30 8 12 ANALYSIS OF STUDENTS’ MATHEMATICAL PROBLEM-SOLVING ABILITY ON THE CONCEPT OF LIMITS REVIEWED FROM THEIR MATHEMATICAL THINKING STYLES AT MAS PP AMIRUDDINIYAH PURBA SARI, BANDAR TINGGA VILLAGE, BILAH HULU SUBDISTRICT, LABUHANBATU REGENCY https://ojs.co.id/1/index.php/jep/article/view/4190 <p><em>This study aims to explore how students understand and solve problem-solving tasks on the topic of function limits, as well as how their thinking styles influence their performance. The research used a qualitative approach supported by quantitative data. Data were collected through tests, thinking-style questionnaires, and interviews with 30 eleventh-grade students. The results show that students’ abilities vary: some can solve the problems well, some perform moderately but still make mistakes, and some struggle to understand the steps involved. Most students fall into the moderate category. Students with an analytic thinking style tend to be more organized and able to follow problem-solving steps clearly, while those with less systematic thinking styles often stop midway or feel confused about which step to take next. These findings indicate that students’ thinking styles affect how they solve problems. Therefore, teachers need to adjust their teaching strategies to match students’ thinking characteristics so that they can better understand the concepts and improve their problem-solving skills.</em></p> Arjuna Yahdil Fauzan Rambe Fadilla Sri Utami Siregar Rama Nida Siregar Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Eksplorasi Pendidikan 2025-12-30 2025-12-30 8 12 KONTRIBUSI KOMPETENSI 4C (COMMUNICATION, COLLABORATION, CRITICAL THINKING, CREATIVITY) DALAM MENCETAK SANTRI YANG KREATIF MELALUI MAJELIS DAKWAH PESANTREN ATTAHDZIB https://ojs.co.id/1/index.php/jep/article/view/4168 <p>Pendidikan pesantren menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan tradisi keagamaan dengan tuntutan kompetensi abad ke-21. Meskipun banyak pesantren telah mengadopsi kurikulum modern, masih terdapat kesenjangan (gap) dalam pemahaman tentang bagaimana kompetensi 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking, dan Creativity) dapat diintegrasikan secara efektif dalam konteks pendidikan Islam tradisional untuk menghasilkan santri yang kreatif dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi kompetensi 4C dalam mencetak santri yang kreatif melalui Majelis Dakwah Pesantren Attahdzib serta mengidentifikasi mekanisme implementasinya dalam setting pendidikan pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif terhadap kegiatan Majelis Dakwah, wawancara mendalam dengan santri, ustadz, dan pengelola pesantren, serta dokumentasi program dakwah. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola integrasi kompetensi 4C dalam aktivitas dakwah santri. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi kompetensi 4C dalam kegiatan dakwah secara signifikan meningkatkan kreativitas santri dan menjawab gap riset tentang implementasi kompetensi abad ke-21 dalam pendidikan pesantren. Secara spesifik, hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) kemampuan komunikasi memungkinkan santri menyampaikan pesan-pesan Islam secara efektif dan kontekstual kepada berbagai audiens; (2) kolaborasi menumbuhkan kerja sama tim yang solid dalam menyelenggarakan program dakwah, menciptakan sinergi antar santri; (3) berpikir kritis mengembangkan kemampuan analitis dalam memahami konteks keagamaan dan sosial kontemporer, memungkinkan santri merespons dinamika masyarakat dengan bijak; dan (4) kreativitas muncul melalui pengembangan metode dakwah yang inovatif, seperti pemanfaatan media digital dan pendekatan komunikasi yang relevan dengan generasi muda. Majelis Dakwah terbukti berfungsi sebagai platform efektif untuk mengimplementasikan kompetensi abad ke-21 dalam setting pendidikan Islam tanpa mengabaikan nilai-nilai tradisional pesantren. Penelitian ini berkontribusi pada wacana modernisasi pendidikan pesantren dengan menunjukkan bahwa integrasi kompetensi 4C dapat dilakukan sambil tetap mempertahankan identitas dan nilai-nilai keagamaan yang menjadi ciri khas pendidikan pesantren.</p> <p><em>Islamic boarding school education faces challenges in balancing religious traditions with 21st-century competency demands. Although many boarding schools have adopted modern curricula, there remains a gap in understanding how 4C competencies (Communication, Collaboration, Critical Thinking, and Creativity) can be effectively integrated within traditional Islamic education contexts to produce creative and adaptive students. This study aims to analyze the contribution of 4C competencies in developing creative students through the Da'wah Council of Attahdzib Islamic Boarding School and to identify implementation mechanisms within the boarding school educational setting. This research employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques including participatory observation of Da'wah Council activities, in-depth interviews with students, teachers, and boarding school administrators, and documentation of da'wah programs. Data analysis was conducted thematically to identify patterns of 4C competency integration in students' da'wah activities. Research findings indicate that the integration of 4C competencies in da'wah activities significantly enhances students' creativity and addresses the research gap regarding 21st-century competency implementation in boarding school education. Specifically, the results reveal that: (1) communication skills enable students to convey Islamic messages effectively and contextually to diverse audiences; (2) collaboration fosters solid teamwork in organizing da'wah programs, creating synergy among students; (3) critical thinking develops analytical capabilities in understanding contemporary religious and social contexts, enabling students to respond wisely to societal dynamics; and (4) creativity emerges through the development of innovative da'wah methods, such as utilizing digital media and communication approaches relevant to younger generations. The Da'wah Council proves to function as an effective platform for implementing 21st-century competencies within Islamic educational settings without neglecting traditional boarding school values. This research contributes to the discourse on boarding school education modernization by demonstrating that 4C competency integration can be accomplished while maintaining the religious identity and values that characterize boarding school education.</em></p> Rendy Adi Putra Khoirotul Idawati Hanifudin Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Eksplorasi Pendidikan 2025-12-30 2025-12-30 8 12 ANALISIS KEMAMPUAN GERAK DASAR SISWA SEKOLAH DASAR MENGGUNAKAN TGMD–2 DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI DI SD 22 PALU https://ojs.co.id/1/index.php/jep/article/view/4089 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan gerak dasar siswa sekolah dasar usia 10–12 tahun di SDN 22 Palu menggunakan instrumen Test of Gross Motor Development – 2 (TGMD-2). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif untuk menggambarkan profil keterampilan lokomotor dan kontrol objek siswa. Subjek penelitian berjumlah 14 siswa (9 laki-laki, 5 perempuan). Data diperoleh melalui observasi langsung menggunakan instrumen TGMD-2 yang mencakup dua dimensi utama yaitu keterampilan lokomotor dan kontrol objek. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan gerak dasar siswa adalah 36,75 (kategori Cukup Baik). Sebanyak 35,71% siswa berada pada kategori Cukup Baik, 21,43% Kurang, dan 21,43% Sangat Kurang. Sementara untuk kontrol objek, 57,14% siswa berada pada kategori Cukup Baik dan 21,43% Sangat Kurang. Hasil ini menunjukkan adanya kesenjangan kemampuan motorik antar individu yang dipengaruhi oleh tingkat aktivitas fisik dan lingkungan belajar. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan asesmen objektif seperti TGMD-2 untuk merancang pembelajaran jasmani berbasis bukti yang adaptif dan efektif.</p> <p><em>This study aims to analyze the fundamental motor skills of elementary school students aged 10–12 years at SDN 22 Palu using the Test of Gross Motor Development – Second Edition (TGMD-2) instrument. A descriptive quantitative approach was applied to describe students’ locomotor and object-control skills. The participants consisted of 14 students (9 boys and 5 girls). Data were collected through direct observation using TGMD-2, covering locomotor and object control domains. The results showed an average gross motor skill score of 36.75, categorized as Fairly Good. Approximately 35.71% of students were in the Fairly Good category, while 21.43% were Poor and 21.43% Very Poor. For object control, 57.14% were in the Fairly Good category and 21.43% Very Poor. These findings indicate disparities in motor abilities influenced by physical activity levels and learning environments. The study emphasizes the importance of implementing objective assessments such as TGMD-2 to design evidence-based and adaptive physical education programs.</em></p> Hendriana Sri Rejeki Ali Mujadid Amir Fitriyani Rahmad Agung Prasetyo Hutomo S. Tudu Ponsianus Gusti Rambak Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Eksplorasi Pendidikan 2025-12-30 2025-12-30 8 12 STRATEGI KEPEMIMPINAN PELAYANAN (SERVANT LEADERSHIP) DI UPTD TK NEGERI PEMBINA TAKISUNG https://ojs.co.id/1/index.php/jep/article/view/4202 <p>Pentingnya peran kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yang ditandai dengan penerapan kepemimpinan pelayanan (servant leadership). Namun, banyak kepala sekolah yang masih terfokus pada aspek administratif, sementara dimensi kemanusiaan seperti empati, kepedulian, dan komunikasi belum dioptimalkan secara maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi penerapan strategi kepemimpinan pelayanan dalam meningkatkan mutu pendidikan di lembaga PAUD secara holistik dan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat sekitar. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis tematik untuk menggali faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan servant leadership. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan kepemimpinan pelayanan dapat meningkatkan kualitas hubungan antara kepala sekolah, guru, peserta didik, serta orang tua, yang pada gilirannya mendorong keberhasilan pendidikan di PAUD. Penelitian ini juga menemukan bahwa masih ada tantangan dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip servant leadership secara efektif di lapangan, terutama dalam hal komunikasi dan empati. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan agar kepala sekolah lebih mengoptimalkan pendekatan pelayanan dengan fokus pada kolaborasi dan sinergi antara semua pihak terkait untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik dan berkelanjutan.</p> <p><em>The principal's role in improving the quality of education in Early Childhood Education (PAUD) institutions is crucial, as evidenced by the application of servant leadership. However, many principals remain focused on administrative aspects, while human dimensions such as empathy, caring, and communication have not been optimally utilized. The purpose of this study is to explore the application of servant leadership strategies to improve the quality of education in PAUD institutions holistically and sustainably. This study employed a qualitative approach with descriptive analysis methods, where data were collected through in-depth interviews with principals. The research findings indicate that the application of servant leadership can improve the quality of relationships between principals, teachers, students, and parents, which in turn promotes educational success in early childhood education (PAUD). The study also found that challenges remain in effectively implementing servant leadership principles in the field, particularly in terms of communication and empathy. Based on these findings, it is recommended that principals further optimize their service approach by focusing on collaboration and synergy between all relevant parties to create a better and more sustainable educational environment. teachers, parents, and the surrounding community. Data analysis was conducted using thematic analysis techniques to explore factors influencing the implementation of servant leadership.</em></p> Indah Lestari Astri Kirana Gusti Rika Murliani Ahmad Suriansyah Ratna Purwanti Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Eksplorasi Pendidikan 2025-12-30 2025-12-30 8 12 POLITIK PENDIDIKAN DALAM PENGELOLAAN SEKOLAH ISLAM TERPADU https://ojs.co.id/1/index.php/jep/article/view/4193 <p>Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kebijakan politik pendidikan memengaruhi cara mengelola Sekolah Islam Terpadu (SIT) di Rancaekek, Jawa Barat. Penelitian ini memfokuskan pada pengaruh kebijakan pendidikan nasional dan daerah terhadap cara mengelola sekolah, penggabungan kurikulum, dan kegiatan sehari-hari di SIT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, yaitu melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru, dan pihak terkait lainnya, serta pengamatan dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pendidikan, terutama terkait standar kurikulum, secara signifikan memengaruhi cara mengelola SIT, karena kebijakan tersebut cenderung lebih mementingkan pencapaian nilai akademik dibandingkan integrasi pendidikan agama. Selain itu, faktor politik di tingkat lokal juga memengaruhi pembagian sumber daya, sehingga terjadi ketimpangan antara sekolah yang memiliki hubungan politik kuat dan yang tidak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan kebijakan pendidikan yang lebih fleksibel dan memperhatikan kondisi setempat, agar kebutuhan SIT dapat terakomodasi dengan baik, sehingga pendidikan agama bisa diintegrasikan dengan pendidikan akademik. Penelitian ini memberikan informasi yang lebih dalam mengenai tantangan dan peluang dalam mengelola lembaga pendidikan berbasis agama</p> <p><em>This study looks at how educational politics affect the way Integrated Islamic Schools (SITs) are run in Rancaekek, West Java. It focuses on how national and local education policies shape the management, curriculum, and day-to-day operations of these schools. The research uses a qualitative method with a case study approach, including detailed interviews with school leaders, teachers, and other involved people, along with observations and a review of documents. The results show that educational policies, especially those about curriculum standards, greatly influence how SITs are managed. These policies often place more emphasis on academic success than on blending religious education. Also, local political issues affect how resources are shared, leading to differences between schools that have political support and those that don’t. The study suggests that there is a need for educational policies that are more adaptable and consider the specific needs of SITs, so that religious education can be properly included with academic learning. This research helps better understand the challenges and chances faced by Islamic-based education institutions in their management</em></p> Iki Supriadi Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Eksplorasi Pendidikan 2025-12-30 2025-12-30 8 12 PERAN KEPALA MADRASAH DALAM EDM (EVALUASI DIRI MADRASAH) TERHADAP PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA DI MADRASAH ALIYAH NURUL FALAH KOTA JAMBI https://ojs.co.id/1/index.php/jep/article/view/4170 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepala madrasah sebagai pimpinan lembaga pendidikan dalam Evaluasi Diri Madrasah (EDM) terhadap pemeliharaan sarana dan prasarana di Madrasah Aliyah Nurul Falah Kota Jambi. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui teknik pengumpulan data wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Penelitian ini menemukan bahwa kepala madrasah memiliki peran yang sangat penting untuk melakukan evaluasi diri madrasah dalam pemeliharaan sarana dan prasarana di Madrasah Aliyah melalui pemanfaatan berbagai sumber pendanaan dan sumber daya manusia yang tersedia, yang mana EDM dirancang untuk membantu madrasah secara aktif dalam proses mengevaluasi dan pemeliharaan terhadap sarana dan prasarana madrasah. Namun, madrasah masih menghadapi kendala utama terkait keterbatasan dana operasional, lemahnya perencanaan jangka panjang, serta kurangnya tenaga teknis dalam pemeliharaan sarana dan prasarana yang tersedia dan ditambah lagi kurangnya rasa memiliki oleh beberapa pendidik dalam menjaga dan memelihara sarana dan prasarana. Meskipun demikian, sarana dan prasarana yang tersedia tetap memberikan dampak positif terhadap kenyamanan, motivasi, dan kelancaran kegiatan proses pembelajaran di Madrasah Aliyah. Berdasarkan temuan tersebut disarankan adanya suatu metode penguatan kepemimpinan yang bersifat adaptif dan responsif internal melalui EDM guna manajemen pengelolaan sarana dan prasarana yang lebih baik dan sistematis demi keberlangsungan hidup madrasah aliyah swasta dengan sumber daya yang terbatas.</p> <p><em>This study aims to analyze the role of the madrasah principal as the leader of the educational institution in the Madrasah Self-Evaluation (EDM) on the maintenance of facilities and infrastructure at Madrasah Aliyah Nurul Falah Kota Jambi. In this study, a descriptive qualitative approach was used through data collection techniques of in-depth interviews, direct observation, and documentation. This study found that the madrasah principal has a very important role in conducting madrasah self-evaluation in the maintenance of facilities and infrastructure at Madrasah Aliyah through the utilization of various available funding sources and human resources, where EDM is designed to actively assist madrasahs in the process of evaluating and maintaining madrasah facilities and infrastructure. However, madrasahs still face major obstacles related to limited operational funds, weak long-term planning, and a lack of technical personnel in maintaining the available facilities and infrastructure and added to the lack of ownership by some educators in maintaining and maintaining facilities and infrastructure. Nevertheless, the available facilities and infrastructure still have a positive impact on comfort, motivation, and the smoothness of the learning process activities at Madrasah Aliyah. Based on these findings, it is recommended that there be a method for strengthening leadership that is adaptive and responsive internally through EDM for better and more systematic management of facilities and infrastructure for the sake of the survival of private Islamic high schools with limited resources.</em></p> Rusmini Kasful Anwar Us Firdaus Afnan Qarnan Akharin Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Eksplorasi Pendidikan 2025-12-30 2025-12-30 8 12 PROFIL PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS XI SMA NEGERI MODEL TERPADU MADANI KOTA PALU DALAM MENYELESAIKAN SOAL FUNGSI INVERS DITINJAU DARI KEMAMPUAN MATEMATIKA https://ojs.co.id/1/index.php/jep/article/view/4143 <p>Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi pemahaman konsep siswa kelas XI SMA Negeri Model Terpadu Madani Kota Palu dalam menyelesaikan soal fungsi invers ditinjau dari kemampuan matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpul melalui tugas tertulis dan wawancara. Subjek terdiri dari satu siswa berkemampua tinggi, satu siswa berkemampuan sedang, dan satu siswa berkemampuan rendah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa berkemampuan tinggi memenuhi tiga indikator&nbsp; pemahaman pemahaman konsep pada materi integral tak tentu fungsi aljabar yaitu: (1) menyatakan ulang konsep; (2) mengidentifikasi contoh dan bukan contoh; (3) menerapkan atau mengaplikasikan konsep&nbsp; secara algoritma. Siswa berkemampuan rendah memenuhi indikator pertama dengan baik yaitu menyatakan ulang konsep akan tetapi kurang baik dalam indikator:&nbsp; (1) mengidentifikasi contoh dan bukan contoh; (2) menerapkan atau mengaplikasikan konsep&nbsp; secara algoritma. Adapun siswa berkemampuan rendah tidak memenuhi seluruh indikator pemahaman konsep.</p> Moh Wahyudin Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Eksplorasi Pendidikan 2025-12-30 2025-12-30 8 12