https://ojs.co.id/1/index.php/jep/issue/feed Jurnal Eksplorasi Pendidikan 2026-01-30T14:38:22+00:00 Open Journal Systems https://ojs.co.id/1/index.php/jep/article/view/4287 LITERARTUR REVIEW: IMPLEMENTASI PBL BERDIFERENSIASI TERHADAP HASIL DAN SIKAP BELAJAR KIMIA 2026-01-14T12:30:38+00:00 Regina Irma Suryani Ari [email protected] Arvinda C. Lalang [email protected] Klaudia E. N. Bambut [email protected] <p>Pembelajaran kimia yang bersifat abstrak dan kompleks seringkali menimbulkan tantangan, sehingga menghambat hasil belajar dan sikap positif peserta didik. Di era pendidikan abad ke 21, diperlukan pendekatan yang tidak hanya meningkatkan penguasaan materi tetapi juga mengembangkan ketrampilan berpikir kritis dan sikap belajar. Tinjaauan pustakan bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi Problem Based Learning (PBL) yang diintegrasikan dengan pendekatan berdiferensiasi untuk meningkatkan hasil dan sikap belajar kimia. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensitesis artikel-artikel ilmiah dari Google Scholar yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2025. Hasil tinjauan menunjukkan bahawa PBL berdiferensiasi secara signifikan mampu meningkatkan hasil belajar kimia, yang terlihat dari pemahaman konseptual yang lebih baik dan pencapaian nilai yang lebih tinggi. Selain itu, pendekatan ini juga berdampak positif pada sikap belajar peserta didik , termasuk peningkatan motivasi, minat, kemandirian, dan aktivitas belajar. Integrasi PBL dengan pembelajaran berdifernsiasi merupakan inovasi pedadogis yang efektif untuk menjadikan pembelajaran kimia lebih inklusif dan berdampak positif dengan mengakomodasi kebutuhan belajar yang bergam.</p> <p><em>Abstract and complex chemistry learning often poses challenges, thereby hindering learning outcomes and positive attitudes among students. In the era of 21st-century education, an approach is needed that not only improves mastery of the material but also develops critical thinking skills and learning attitudes. This literature review aims to analyze the effectiveness of implementing Problem-Based Learning (PBL) integrated with a differentiated approach to improve chemistry learning outcomes and attitudes. Using the Systematic Literature Review (SLR) method, this study identifies, evaluates, and synthesizes scientific articles from Google Scholar published between 2020 and 2025. The results of the review show that differentiated PBL is significantly capable of improving chemistry learning outcomes, as seen from better conceptual understanding and higher achievement scores. In addition, this approach also has a positive impact on students' learning attitudes, including increased motivation, interest, independence, and learning activities. The integration of PBL with differentiated learning is an effective pedagogical innovation to make chemistry learning more inclusive and positively impactful by accommodating diverse learning needs.</em></p> 2026-01-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Eksplorasi Pendidikan https://ojs.co.id/1/index.php/jep/article/view/4333 PENINGKATAN KEMAMPUAN LOGIS MATEMATIS ANAK MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL DAKON DI TK KARTINI DESA AMADANOM KECAMATAN DAMPIT 2026-01-23T12:31:25+00:00 Heni Yuni Sulistyowati [email protected] Mochammad Ramli Akbar [email protected] Henni Anggraini [email protected] <p>Tujuan pembelajaran pada anak usia dini diantaranya&nbsp; untuk&nbsp; memberikan stimulus dalam mengembangkan aspek kognitif. Aspek kognitif menyangkut&nbsp; kecerdasan logis matematis dan naturalis. Stimulus aspek kognitif haruslah tepat dalam memilih media yang digunakan. Salah satu media yang&nbsp; dapat dikembangkan adalah permainan&nbsp; dakon. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan logis matematis anak melalui permainan tradisional dakon di TK Kartini Desa Amadanom Kecamatan Dampit. Metode penelitian&nbsp; menggunakan jenis penelitian hibrid&nbsp; kombinasi antara jenis penelitian kualitatif dan kuantitatif. Pendekatan menggunakan penelitian tindakan kelas&nbsp; dengan model spiral Kemmis dan McTaggart yang meliputi empat tahap. Subjek penelitian adalah anak usia dini kelompok B di TK Kartini Desa Amadanom Kecamatan Dampit&nbsp; berjumlah 10 anak. Instrumen dan teknik pengumpulan data dengan observasi,&nbsp; wawancara dan dokumentasi. Analisis data secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan tradisional dakon mampu meningkatkan kemampuan logis matematis anak usia dini secara signifikan. Pada siklus I, kemampuan logis matematis anak masih berada pada kategori berkembang sesuai harapan 50%, belum berkembang 20%, mulai berkembang 30%. Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran pada siklus II, anak mengalami peningkatan pada kategori berkembang sesuai harapan 20% dan berkembang sangat baik 80%. Guru pendidikan anak usia dini dapat memanfaatkan permainan&nbsp; dakon&nbsp; dalam mengembangkan kemampuan logis matematis anak.</p> <p><em>One of the learning objectives in early childhood education is to provide stimulation to develop cognitive aspects. Cognitive development includes logical-mathematical and naturalistic intelligence. Stimulation of cognitive aspects must be appropriately designed through the selection of suitable learning media. One learning medium that can be developed is the traditional game dakon. This study aims to improve children’s logical-mathematical abilities through the traditional dakon game at TK Kartini, Amadanom Village, Dampit District. The research employed a hybrid method combining qualitative and quantitative approaches. The study used a classroom action research design based on the Kemmis and McTaggart spiral model, which consists of four stages. The research subjects were 10 children in Group B at TK Kartini, Amadanom Village, Dampit District. Data were collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted using both qualitative and quantitative techniques. The results showed that the implementation of the traditional dakon game significantly improved early childhood logical-mathematical abilities. In Cycle I, children’s logical-mathematical abilities were categorized as developing as expected (50%), not yet developed (20%), and beginning to develop (30%). After improvements were made in Cycle II, children showed an increase in the categories of developing as expected (20%) and very well developed (80%). Early childhood education teachers can utilize the dakon game to enhance children’s logical-mathematical abilities.</em></p> 2026-01-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Eksplorasi Pendidikan https://ojs.co.id/1/index.php/jep/article/view/4320 IMPLEMENTASI TEKNIK MODELLING UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DI TK MUSLIMAT NU 11 SUMBERPUCUNG MALANG 2026-01-21T13:34:09+00:00 Nikmatus Solicha [email protected] Henni Anggraini [email protected] Rina Wijayanti [email protected] <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi teknik <em>modelling</em> dalam meningkatkan kemandirian anak usia 5–6 tahun di TK Muslimat NU 11 Sumberpucung Malang. Kemandirian emosional merupakan salah satu aspek perkembangan penting pada anak usia dini yang perlu distimulasi secara optimal melalui strategi pembelajaran yang tepat. Teknik <em>modelling</em> merupakan teknik pembelajaran yang menekankan pada cara penyajian melalui pemberian contoh yang positif/model seperti film dan gambar. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah anak kelompok B usia 5–6 tahun, sedangkan objek penelitian adalah penerapan teknik <em>modelling</em> dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi teknik <em>modelling</em> dapat meningkatkan kemandirian anak, seperti mampu mengenali kualitas diri, mengkomunikasikan pengalaman belajar, mengenali emosi, mengerjakan berbagai tugas dan dapat menyelesaikan kegiatan dengan tuntas, serta berani mencoba, adaptif dalam situasi baru, dan tidak mudah menyerah saat mendapatkan tantangan. Dengan demikian, teknik <em>modelling</em> menjadi alternatif dalam meningkatkan kemandirian anak usia 5–6 tahun di TK Muslimat NU 11 Sumberpucung Malang.</p> <p><em>This study aims to examine the implementation of modelling techniques in improving the independence of children aged 5–6 years at TK Muslimat NU 11 Sumberpucung Malang. Independence is an essential developmental aspect in early childhood that needs to be optimally stimulated through appropriate learning strategies. Modelling technique is a learning method that emphasizes providing positive behavior examples by teachers that can be imitated by children. This research employed a qualitative approach with a descriptive method. The research subjects were group B children aged 5–6 years, while the object of the study was the application of modelling techniques in daily learning activities. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results indicate that the implementation of modelling techniques can enhance children’s independence, such as their ability to take care of themselves, show responsibility for assigned tasks, and make simple decisions without relying on teachers’ assistance. Therefore, modelling techniques are proven to be effective in improving the independence of children aged 5– 6 years at TK Muslimat NU 11 Sumberpucung Malang.</em></p> 2026-01-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Eksplorasi Pendidikan https://ojs.co.id/1/index.php/jep/article/view/4303 PERAN TEKNOLOGI DALAM KURIKULUM SMA/SMK 2026-01-17T08:05:56+00:00 Desrinda Rayubdia Gultom [email protected] Desy Naomi Siregar [email protected] Mesya Togatorop [email protected] Rosalina Sirait [email protected] Ulima Manurung [email protected] Esra Gultom [email protected] Susy Alestriani Sibagariang [email protected] <p>Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah mengubah paradigma pendidikan modern. Dalam konteks Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), teknologi tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran, tetapi juga menjadi bagian integral dari proses perancangan dan pelaksanaan kurikulum. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan secara mendalam bagaimana teknologi berperan dalam pengembangan kurikulum di SMA dan SMK, baik dari aspek perencanaan, implementasi, maupun evaluasi pembelajaran. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui telaah literatur dari berbagai sumber ilmiah dan kebijakan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan teknologi dalam kurikulum mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kompetensi abad ke-21, serta menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia industri. Namun, terdapat pula tantangan yang harus dihadapi, seperti keterbatasan infrastruktur digital, kesenjangan kompetensi guru, serta perlunya pelatihan berkelanjutan. Dengan strategi yang tepat, pemanfaatan teknologi dapat mendorong transformasi pendidikan menuju pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.</p> <p><em>The rapid development of information and communication technology (ICT) has significantly transformed modern education. In the context of senior high schools (SMA) and vocational high schools (SMK) in Indonesia, technology is no longer viewed merely as a learning aid, but as an integral component of curriculum design and implementation. This article aims to describe in depth the role of technology in the development of SMA/SMK curricula, covering aspects of planning, implementation, and learning evaluation. The study employs a qualitative descriptive approach through a review of relevant literature and educational policy documents. The results show that the integration of technology into the curriculum improves the quality of learning, strengthens 21st-century competencies, and bridges the gap between education and the industrial world. However, several challenges remain, including limited digital infrastructure, gaps in teachers’ digital competence, and the need for continuous professional development. With appropriate strategies, the integration of technology in the curriculum can foster adaptive, innovative, and future-oriented learning, preparing students to meet the demands of the digital era.</em></p> 2026-01-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Eksplorasi Pendidikan https://ojs.co.id/1/index.php/jep/article/view/4322 REVITALISASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS BUDAYA LOKAL DI MADRASAH: STRATEGI MENGHADAPI POLARISASI POLITIK DIGITAL 2026-01-22T09:31:54+00:00 Muhammad Iqbal Santoso [email protected] <p>Studi ini bertujuan untuk menyelidiki strategi untuk menghidupkan kembali pendidikan karakter berbasis budaya lokal di sekolah-sekolah Islam (madrasah) sebagai reaksi terhadap tren polarisasi politik digital. Pertanyaan penelitian berpusat pada bagaimana polarisasi politik digital memengaruhi perkembangan karakter siswa dan langkah-langkah yang diambil oleh sekolah-sekolah Islam untuk mengatasi masalah ini. Studi ini menggunakan metodologi kualitatif dan strategi deskriptif. Partisipan penelitian adalah kepala sekolah, instruktur, dan murid-murid madrasah yang memiliki identitas budaya lokal yang signifikan. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara ekstensif, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif. Menurut temuan, integrasi nilai-nilai budaya daerah bukan hanya sumber nilai-nilai karakter tetapi juga alat taktis untuk meningkatkan ketahanan siswa terhadap polarisasi politik digital. Mengintegrasikan nilai-nilai budaya ke dalam pendidikan, meningkatkan budaya madrasah, peran guru sebagai panutan, dan menumbuhkan literasi digital berbasis karakter adalah semua cara pendidikan karakter dipraktikkan. Siswa belajar untuk mendekati arus informasi politik digital dengan moderasi, toleransi, dan skeptisisme melalui strategi ini.</p> <p><em>This study seeks to investigate strategies for reviving local culture-based character education in Islamic schools (madrasas) in reaction to the trend of digital political polarization. The study question centers around how digital political polarization affects the development of students' character and the measures taken by Islamic schools to address this problem. This study employed a qualitative methodology and a descriptive strategy. The study participants were the headmaster, instructors, and pupils of a madrasa that has a significant local cultural identity. The data collecting methods comprised observation, extensive interviews, and documentation, while the data analysis employed an interactive model. According to the findings, the integration of regional cultural values is not only a source of character values but also a tactical tool for increasing students' resistance to digital political polarization. Integrating cultural values into education, enhancing the madrasah culture, teacher role models, and fostering character-based digital literacy are all ways that character education is put into practice. Students learn to approach the flow of digital political information with moderation, tolerance, and skepticism through this strategy.</em></p> 2026-01-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Eksplorasi Pendidikan https://ojs.co.id/1/index.php/jep/article/view/4307 PERBANDINGAN STRUKTUR DAN PENDEKATAN KURIKULUM SMA DAN SMK DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN ABAD 21 2026-01-18T11:22:17+00:00 Cindy Kristina Pardosi [email protected] Eyunika Limbong [email protected] Gebriella Enjelina Sihombing [email protected] Rachel Novita Pakpahan [email protected] Romansyah Saragih [email protected] Susy Alestriani Sibagariang [email protected] <p>Perubahan paradigma pendidikan di abad 21 menuntut adanya penyesuaian dalam struktur dan pendekatan kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan kompetensi global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan antara kurikulum Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam mengembangkan keterampilan abad 21. Kajian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai referensi ilmiah dari Jurnal Kurikulum Indonesia, Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, dan Jurnal Inovasi Kurikulum periode 2023–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum SMA lebih berorientasi pada penguatan akademik, literasi ilmiah, dan kemampuan berpikir kritis, sementara kurikulum SMK menitikberatkan pada kompetensi vokasional, kemampuan beradaptasi, dan keterampilan teknologi. Keduanya memiliki arah kebijakan yang sama, yakni membentuk lulusan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan tuntutan pasar kerja.</p> <p><em>The paradigm shift in 21st-century education requires curriculum structures and approaches to align with global competency needs. This study aims to analyze the comparison between the Senior High School (SMA) and Vocational High School (SMK) curricula in developing 21st-century skills. The study employs a literature review method, analyzing academic sources from Jurnal Kurikulum Indonesia, Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, and Jurnal Inovasi Kurikulum (2023–2025). The findings indicate that the SMA curriculum focuses on strengthening academic knowledge, scientific literacy, and critical thinking, whereas the SMK curriculum emphasizes vocational competence, adaptability, and technological skills. Both curricula share the same educational vision to produce graduates who can adapt to rapid technological development and labor market demands.</em></p> 2026-01-30T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Eksplorasi Pendidikan