REVITALISASI PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS BUDAYA LOKAL DI MADRASAH: STRATEGI MENGHADAPI POLARISASI POLITIK DIGITAL

Penulis

  • Muhammad Iqbal Santoso Institut Agama Islam Persatuan Islam Persis

Kata Kunci:

Pendidikan Karakter, Budaya Lokal, Madrasah, Polarisasi Politik Digital

Abstrak

Studi ini bertujuan untuk menyelidiki strategi untuk menghidupkan kembali pendidikan karakter berbasis budaya lokal di sekolah-sekolah Islam (madrasah) sebagai reaksi terhadap tren polarisasi politik digital. Pertanyaan penelitian berpusat pada bagaimana polarisasi politik digital memengaruhi perkembangan karakter siswa dan langkah-langkah yang diambil oleh sekolah-sekolah Islam untuk mengatasi masalah ini. Studi ini menggunakan metodologi kualitatif dan strategi deskriptif. Partisipan penelitian adalah kepala sekolah, instruktur, dan murid-murid madrasah yang memiliki identitas budaya lokal yang signifikan. Metode pengumpulan data meliputi observasi, wawancara ekstensif, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif. Menurut temuan, integrasi nilai-nilai budaya daerah bukan hanya sumber nilai-nilai karakter tetapi juga alat taktis untuk meningkatkan ketahanan siswa terhadap polarisasi politik digital. Mengintegrasikan nilai-nilai budaya ke dalam pendidikan, meningkatkan budaya madrasah, peran guru sebagai panutan, dan menumbuhkan literasi digital berbasis karakter adalah semua cara pendidikan karakter dipraktikkan. Siswa belajar untuk mendekati arus informasi politik digital dengan moderasi, toleransi, dan skeptisisme melalui strategi ini.

This study seeks to investigate strategies for reviving local culture-based character education in Islamic schools (madrasas) in reaction to the trend of digital political polarization. The study question centers around how digital political polarization affects the development of students' character and the measures taken by Islamic schools to address this problem. This study employed a qualitative methodology and a descriptive strategy. The study participants were the headmaster, instructors, and pupils of a madrasa that has a significant local cultural identity. The data collecting methods comprised observation, extensive interviews, and documentation, while the data analysis employed an interactive model. According to the findings, the integration of regional cultural values is not only a source of character values but also a tactical tool for increasing students' resistance to digital political polarization. Integrating cultural values into education, enhancing the madrasah culture, teacher role models, and fostering character-based digital literacy are all ways that character education is put into practice. Students learn to approach the flow of digital political information with moderation, tolerance, and skepticism through this strategy.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-30