KONTRIBUSI KOMPETENSI 4C (COMMUNICATION, COLLABORATION, CRITICAL THINKING, CREATIVITY) DALAM MENCETAK SANTRI YANG KREATIF MELALUI MAJELIS DAKWAH PESANTREN ATTAHDZIB

Penulis

  • Rendy Adi Putra Universitas Hasyim Asy'ari Jombang
  • Khoirotul Idawati Universitas Hasyim Asy'ari Jombang
  • Hanifudin Universitas Hasyim Asy'ari Jombang

Kata Kunci:

Kompetensi 4C, Kreativitas Santri, Majelis Dakwah, Pendidikan Pesantren, Kompetensi Abad Ke-21

Abstrak

Pendidikan pesantren menghadapi tantangan dalam menyeimbangkan tradisi keagamaan dengan tuntutan kompetensi abad ke-21. Meskipun banyak pesantren telah mengadopsi kurikulum modern, masih terdapat kesenjangan (gap) dalam pemahaman tentang bagaimana kompetensi 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking, dan Creativity) dapat diintegrasikan secara efektif dalam konteks pendidikan Islam tradisional untuk menghasilkan santri yang kreatif dan adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi kompetensi 4C dalam mencetak santri yang kreatif melalui Majelis Dakwah Pesantren Attahdzib serta mengidentifikasi mekanisme implementasinya dalam setting pendidikan pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif terhadap kegiatan Majelis Dakwah, wawancara mendalam dengan santri, ustadz, dan pengelola pesantren, serta dokumentasi program dakwah. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola integrasi kompetensi 4C dalam aktivitas dakwah santri. Temuan penelitian menunjukkan bahwa integrasi kompetensi 4C dalam kegiatan dakwah secara signifikan meningkatkan kreativitas santri dan menjawab gap riset tentang implementasi kompetensi abad ke-21 dalam pendidikan pesantren. Secara spesifik, hasil penelitian mengungkapkan bahwa: (1) kemampuan komunikasi memungkinkan santri menyampaikan pesan-pesan Islam secara efektif dan kontekstual kepada berbagai audiens; (2) kolaborasi menumbuhkan kerja sama tim yang solid dalam menyelenggarakan program dakwah, menciptakan sinergi antar santri; (3) berpikir kritis mengembangkan kemampuan analitis dalam memahami konteks keagamaan dan sosial kontemporer, memungkinkan santri merespons dinamika masyarakat dengan bijak; dan (4) kreativitas muncul melalui pengembangan metode dakwah yang inovatif, seperti pemanfaatan media digital dan pendekatan komunikasi yang relevan dengan generasi muda. Majelis Dakwah terbukti berfungsi sebagai platform efektif untuk mengimplementasikan kompetensi abad ke-21 dalam setting pendidikan Islam tanpa mengabaikan nilai-nilai tradisional pesantren. Penelitian ini berkontribusi pada wacana modernisasi pendidikan pesantren dengan menunjukkan bahwa integrasi kompetensi 4C dapat dilakukan sambil tetap mempertahankan identitas dan nilai-nilai keagamaan yang menjadi ciri khas pendidikan pesantren.

Islamic boarding school education faces challenges in balancing religious traditions with 21st-century competency demands. Although many boarding schools have adopted modern curricula, there remains a gap in understanding how 4C competencies (Communication, Collaboration, Critical Thinking, and Creativity) can be effectively integrated within traditional Islamic education contexts to produce creative and adaptive students. This study aims to analyze the contribution of 4C competencies in developing creative students through the Da'wah Council of Attahdzib Islamic Boarding School and to identify implementation mechanisms within the boarding school educational setting. This research employed a descriptive qualitative approach with data collection techniques including participatory observation of Da'wah Council activities, in-depth interviews with students, teachers, and boarding school administrators, and documentation of da'wah programs. Data analysis was conducted thematically to identify patterns of 4C competency integration in students' da'wah activities. Research findings indicate that the integration of 4C competencies in da'wah activities significantly enhances students' creativity and addresses the research gap regarding 21st-century competency implementation in boarding school education. Specifically, the results reveal that: (1) communication skills enable students to convey Islamic messages effectively and contextually to diverse audiences; (2) collaboration fosters solid teamwork in organizing da'wah programs, creating synergy among students; (3) critical thinking develops analytical capabilities in understanding contemporary religious and social contexts, enabling students to respond wisely to societal dynamics; and (4) creativity emerges through the development of innovative da'wah methods, such as utilizing digital media and communication approaches relevant to younger generations. The Da'wah Council proves to function as an effective platform for implementing 21st-century competencies within Islamic educational settings without neglecting traditional boarding school values. This research contributes to the discourse on boarding school education modernization by demonstrating that 4C competency integration can be accomplished while maintaining the religious identity and values that characterize boarding school education.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30