PENCEGAHAN PENYEBARAN PENYAKIT MENULAR MELALUI KEGIATAN JUMAT BERSIH DI DUSUN PERIPIN, KECAMATAN ENTIKONG, KABUPATEN SANGGAU
Kata Kunci:
Jumat Bersih, Penyakit Menular, Kebersihan Lingkungan, Mencuci Tangan, Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS)Abstrak
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan kesadaran dalam mencegah penyebaran penyakit menular melalui kegiatan Jumat Bersih di Dusun Peripin, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas dengan tahapan observasi, pelaksanaan kerja bakti, edukasi kesehatan, serta evaluasi deskriptif. Kegiatan meliputi pengumpulan sampah, pembersihan jalan dan saluran air, pengurangan genangan, pemeriksaan wadah penampungan air yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, serta edukasi mencuci tangan pakai sabun. Hasil kegiatan menunjukkan kondisi lingkungan sasaran menjadi lebih bersih dan tertata, saluran air lebih lancar, sampah dan beberapa wadah yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk berhasil dibersihkan, serta keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan meningkat. Mencuci tangan merupakan tindakan membersihkan tangan dengan air mengalir dan sabun untuk menghilangkan kotoran serta mengurangi mikroorganisme yang dapat berpindah melalui tangan. Kebiasaan mencuci tangan berkaitan erat dengan pencegahan penyakit menular karena tangan dapat menjadi media perpindahan kuman, terutama pada penularan penyakit melalui kontak dan jalur fekal-oral, serta berkontribusi dalam mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan. Dengan demikian, Jumat Bersih tidak hanya memperbaiki kondisi fisik lingkungan, tetapi juga menjadi media edukasi untuk membangun perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan. Kegiatan ini belum dapat membuktikan penurunan angka kejadian penyakit karena tidak menggunakan pengukuran epidemiologis.
This community service activity aimed to increase community awareness of environmental cleanliness and infectious disease prevention through Clean Friday activities in Peripin Hamlet, Entikong District, Sanggau Regency. The activity used a community-based participatory approach consisting of observation, communal cleaning, health education, and descriptive evaluation. Activities included collecting waste, cleaning roads and drainage channels, reducing standing water, checking water containers that could become mosquito breeding sites, and educating residents about handwashing with soap. The results showed cleaner and more orderly target areas, improved drainage flow, removal of waste and potential mosquito breeding containers, and increased community participation. Handwashing is the practice of cleaning hands with running water and soap to remove dirt and reduce microorganisms that can be transferred through the hands. It is closely related to infectious disease prevention because hands can act as a vehicle for pathogen transmission, particularly through contact and fecal-oral routes, and hand hygiene can also help reduce the risk of respiratory infections. Therefore, Clean Friday activities can improve the physical environment while serving as a contextual health education medium for sustainable clean and healthy living behaviors. The activity could not establish a reduction in disease incidence because no epidemiological measurements were conducted.




