PENERAPAN MEDIA DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS RESENSI ANTOLOGI PUISI PADA MURID KELAS X RPL SMK NEGERI 10 SURABAYA

Penulis

  • Siti Rohmatin Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • R Panji Hermoyo Universitas Muhammadiyah Surabaya
  • Luluk Rohmawati Smk Negeri 10 Surabaya

Kata Kunci:

Scrapbook Digital, Kahoot, Padlet, Resensi Antologi Puisi, Hasil Belajar

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar murid dalam menulis resensi antologi puisi melalui penerapan media pembelajaran digital, yaitu Scrapbook digital, Kahoot, dan Padlet, dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi, terbatasnya partisipasi, dan hasil belajar yang belum memuaskan dari siswa Kelas X dalam mengulas antologi puisi. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif dengan model Kemmis dan McTaggart, yang mencakup tahap perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang melibatkan 36 siswa kelas X RPL 2 di SMK Negeri 10 Surabaya pada tahun ajaran 2026/2027. Data dikumpulkan melalui observasi, tes kinerja menulis ulasan, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan teknik kuantitatif dan kualitatif deskriptif. Penerapan media pembelajaran digital berhasil meningkatkan hasil belajar siswa. Ketuntasan belajar meningkat dari 63,89% (23 dari 36 siswa) pada tahap awal menjadi 77,78% (28 siswa) pada Siklus I dan mencapai 100% (36 siswa) pada Siklus II. Penggunaan scrapbook digital, yang didukung oleh kahoot dan padlet, juga meningkatkan keterlibatan, motivasi, partisipasi, dan pemahaman siswa terhadap materi ulasan antologi puisi, sehingga menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif dan berpusat pada siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi media digital ke dalam pembelajaran bahasa Indonesia dapat secara efektif meningkatkan prestasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran menulis ulasan sastra. Namun, penelitian ini terbatas pada satu kelas di satu sekolah menengah kejuruan dan hanya berfokus pada materi ulasan antologi puisi. Penelitian lebih lanjut yang melibatkan sampel lebih besar, jenjang pendidikan berbeda, dan beragam genre sastra disarankan untuk mengkaji efektivitas media pembelajaran digital secara lebih luas.

This study aims to improve students' learning outcomes in writing poetry anthology reviews through the implementation of digital learning media, namely digital Scrapbook, Kahoot, and Padlet, in Indonesian language learning. The study was motivated by the low literacy skills, limited participation, and unsatisfactory learning outcomes of Grade X students in reviewing poetry anthologies. This study employed collaborative Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, which consists of planning, action, observation, and reflection. The research was conducted in two cycles involving 36 students of Class X RPL 2 at SMK Negeri 10 Surabaya during the 2026/2027 academic year. Data were collected through observation, review-writing performance tests, and documentation, and analyzed using descriptive quantitative and qualitative technique. The implementation of digital learning media successfully improved students' learning outcomes. Learning mastery increased from 63,89% (23 of 36 students) in the preliminary stage to 77.78% (28 students) in Cycle I and reached 100% (36 students) in Cycle II. The use of Digital Scrapbook, supported by Kahoot and Padlet, also enhanced students' engagement, motivation, participation, and understanding of poetry anthology review materials, resulting in a more interactive and student-centered learning process. The findings indicate that integrating digital media into Indonesian language instruction can effectively enhance students' achievement and engagement in learning literary review writing. However, this study was limited to one class in a single vocational high school and focused only on poetry anthology review material. Further studies involving larger samples, different educational levels, and various literary genres are recommended to examine the broader effectiveness of digital learning media.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-29