PEMANFAATAN BAHASA INDONESIA DALAM PAMERAN KEARSIPAN DI DINAS KEARSIPAN PROVINSI SUMATERA SELATAN
Kata Kunci:
Bahasa Indonesia, Pameran Kearsipan, Literasi PublikAbstrak
Bahasa Indonesia memiliki peran penting dalam pameran kearsipan sebagai sarana penyampaian informasi, pembentukan pemahaman publik, serta penguatan identitas nasional. Namun, dalam praktiknya, penyelenggaraan pameran kearsipan masih menghadapi permasalahan terkait ketepatan, konsistensi, dan kejelasan penggunaan bahasa. Penelitian deskriptif berbasis kegiatan lapangan ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan bahasa Indonesia dalam pameran kearsipan serta kontribusinya terhadap peningkatan literasi arsip masyarakat. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, analisis dokumentasi, dan wawancara dengan penyelenggara serta pengunjung pameran. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai kaidah dan terminologi kearsipan mampu meningkatkan efektivitas komunikasi, menarik minat pengunjung, serta memperkuat nilai edukatif pameran. Oleh karena itu, optimalisasi penggunaan bahasa Indonesia dalam pameran kearsipan menjadi kebutuhan penting guna mewujudkan penyajian arsip yang informatif, komunikatif, dan dapat dipertanggung jawabkan.
The use of Indonesian language in archival exhibitions plays a strategic role in strengthening information delivery, public understanding, and national identity. However, in practice, archival exhibitions often still encounter problems related to language accuracy, consistency, and clarity of information. This community-based descriptive study aims to examine how Indonesian is utilized in archival exhibitions and to identify its contribution to improving public literacy on archives. Data were collected through observation, documentation analysis, and interviews with exhibition organizers and visitors. The results show that the proper use of Indonesian—following linguistic standards and archival terminology—supports effective communication, increases visitor engagement, and enhances the educational value of exhibitions. Therefore, strengthening Indonesian language application in archival exhibitions is essential to ensure informative, communicative, and accountable archival dissemination.