STRATEGI GURU MENGATASI KECEMASAN BERBICARA SISWA PADA PEMBELAJARAN TEKS BERITA DI SMPN 6 PONTIANAK
Kata Kunci:
Kecemasan Berbicara, Strategi Guru, Teks Berita, Bahasa IndonesiaAbstrak
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis bentuk-bentuk kecemasan berbicara siswa, strategi guru Bahasa Indonesia dalam mengatasinya, serta persepsi siswa terhadap strategi tersebut pada pembelajaran teks berita di SMPN 6 Pontianak. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan rancangan studi kasus. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas VII B dan satu guru Bahasa Indonesia yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecemasan berbicara siswa mencakup gejala fisiologis, kognitif, dan perilaku dengan kategori tinggi pada pertemuan pertama yang menurun menjadi sedang pada pertemuan kedua setelah penerapan strategi guru. Strategi yang diterapkan meliputi pembelajaran bertahap, penggunaan media audio visual, penciptaan suasana kondusif, pendampingan intensif, dan motivasi personal. Persepsi siswa terhadap strategi guru secara keseluruhan berada pada kategori baik.
This study aims to describe and analyze the forms of students’ speaking anxiety, the strategies used by Indonesian language teachers to address it, and students’ perceptions of these strategies in news text instruction at SMPN 6 Pontianak. The study employed a qualitative descriptive approach using a case study design. The research subjects consisted of 30 seventh-grade students from Class VII B and one Indonesian language teacher, selected through purposive sampling. Data collection was conducted through in-depth interviews, questionnaires, and documentation, and was subsequently analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The results of the study indicate that students’ speaking anxiety encompasses physiological, cognitive, and behavioral symptoms, with high levels observed in the first session that decreased to moderate levels in the second session following the implementation of the teacher’s strategies. The strategies implemented included step-by-step learning, the use of audiovisual media, the creation of a conducive atmosphere, intensive mentoring, and personal motivation. Students’ overall perception of the teacher’s strategies was in the “good” category.




