PERAN GURU DALAM MENUMBUHKAN SIKAP PATRIOTISME MELALUI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN DI SEKOLAH DASAR
Kata Kunci:
Sikap Patriotisme, Peran Guru, Sekolah DasarAbstrak
Warga negara merupakan individu yang memberikan kesetiaan kepada negara dan menerima hak serta perlindungan dari negara tersebut. Pendidikan Kewarganegaraan menjadi kunci dalam membentuk warga negara yang sadar akan hak dan kewajibannya. Sayangnya, semangat patriotisme generasi muda Indonesia mulai memudar, yang sebagian besar disebabkan oleh perkembangan teknologi dan dampak globalisasi. hilangnya perasaan patriotisme yang lebih relevan sebagai tugas ketimbang hak (Ani Sulianti, 2018). Masa depan negara kita berada di tangan generasi muda. Masa depan negara ditentukan oleh sifat generasi mudanya. Mereka adalah calon-calon pemimpin masa depan yang akan menentukan arah masa depan negara. Kelangsungan hidup di era kini bergantung pada globalisasi. Setiap aspek kehidupan telah dipengaruhi oleh globalisasi. Penting bagi generasi penerus untuk mengembangkan rasa patriotisme dan kecintaan terhadap budaya dan bangsa Indonesia. Namun semangat patriotisme dan nasionalisme di Indonesia mulai memudar, terutama di kalangan generasi muda. Pesatnya perkembangan teknologi menjadi salah satu faktor menurunnya rasa patriotisme di kalangan remaja. (Ospensius, 2023). Patriotisme diartikan sebagai perasaan cinta dan kesetiaan terhadap bangsa dan merupakan aspek penting dalam membangun jati diri bangsa yang kokoh. Di Indonesia, semangat patriotisme berakar kuat pada Pancasila yang menjadi dasar ideologi dan pandangan hidup negara. Menurut (Susilo, 2020), patriotisme bukan sekedar perasaan emosional terhadap tanah air, namun juga tanggung jawab dan pengabdian terhadap kebaikan bersama. Semangat patriotisme menjadi landasan untuk menjaga persatuan bangsa yang majemuk dan mencegah disintegrasi sosial (Susilo, 2020). Di tingkat sekolah dasar, sikap cinta tanah air harus ditanamkan melalui proses pendidikan yang terintegrasi dengan pembelajaran nilai-nilai Pancasila dan kewarganegaraan. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) merupakan mata pelajaran yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai moral, kesadaran hukum dan tanggung jawab sosial dalam kewarganegaraan. Berdasarkan penelitian Kurniawati (2021), mata pelajaran PPKn mempunyai peranan yang strategis dalam mengembangkan karakter siswa, terutama dalam menumbuhkan sikap cinta tanah air, disiplin, dan tanggung jawab. Di PPKn, siswa belajar tentang nilai-nilai Pancasila dan perannya sebagai generasi penerus bangsa. Hal ini dilakukan agar anak memahami konsep patriotisme sejak dini dan mampu menjadikannya sebagai pedoman dalam bertindak sehari-hari (Kurniawati, 2021). Guru berperan penting sebagai kepala sekolah dan promotor dalam transmisi nilai-nilai kebangsaan tersebut. Penelitian Rahayu (2022) menemukan bahwa guru PPKn SD harus mampu mengembangkan konten pembelajaran yang menarik dan relevan dengan kehidupan siswa agar nilai-nilai patriotik mudah dipahami dan diterima oleh siswa.
A citizen is a person who gives special allegiance to the state, receives state protection and exercises certain rights. An effective state rests on a proper and active Civic Education system that teaches its citizens about their obligations as citizens. The desire for nationhood, the rights of citizens are increasing, but do not match the obligations of citizens. the loss of a sense of patriotism that is more relevant as an obligation than a right (Ani Sulianti, 2018). The future of our country is in the hands of the younger generation. The future of the country is determined by the character of its young generation. They are the future leaders who will determine the direction of the country in the future. Survival in the current era depends on globalization. Every aspect of life has been affected by globalization. It is important for the next generation to develop a sense of patriotism and love for Indonesian culture and nation. However, the spirit of patriotism and nationalism in Indonesia is waning, especially among the younger generation. The rapid development of technology is one of the factors in the decline of patriotism among teenagers. (Ospensius, 2023). Patriotism is defined as a feeling of love and loyalty towards the nation and is an important aspect in building a strong national identity. In Indonesia, the spirit of patriotism is deeply rooted in Pancasila, which is the country's basic ideology and worldview. According to (Susilo, 2020), patriotism is not just an emotional feeling towards the homeland, but also responsibility and devotion to the common good. The spirit of patriotism is the foundation for maintaining the unity of a pluralistic nation and preventing social disintegration (Susilo, 2020). At the elementary school level, patriotism must be instilled through an educational process that is integrated with the learning of Pancasila and civic values. Pancasila and Citizenship Education (PPKn) is a subject that aims to instill moral values, legal awareness and social responsibility in citizenship. Based on Kurniawati's research (2021), PPKn subjects have a strategic role in developing student character, especially in fostering an attitude of love for the country, discipline, and responsibility. In Civics, students learn about the values of Pancasila and their role as the nation's next generation. This is done so that children understand the concept of patriotism from an early age and are able to make it a guideline in their daily actions (Kurniawati, 2021). Teachers play an important role as principals and promoters in the transmission of these national values. Rahayu's research (2022) found that primary school Civics teachers must be able to develop learning content that is interesting and relevant to students' lives so that patriotic values are easily understood and accepted by students.