PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DI SEKOLAH DASAR DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PROGRESIVISME
Kata Kunci:
Pembelajaran Diferensi Melalui Perseptif FilasatAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembelajaran berdiferensi disekolah dasar melalui sistem dalam perseptif filasafat progresivisme.Penelitian ini mengakaji tentang pembelajaran berdiferensi dan dapat menerapkan serta media yang dibutuhkan. Guru tidak perlu mengajarkan 32 pelajaran yang berbeda kepada 32 siswa untuk menerapkan pembelajaran terdiferensiasi. Selain itu, hal ini tidak berarti bahwa guru harus memberikan lebih banyak pertanyaan kepada siswa yang menyelesaikan tugas lebih cepat daripada yang lain. Selain itu, pembelajaran terdiferensiasi tidak mengharuskan guru untuk menempatkan siswa yang cerdas di kelas yang sama dengan siswa yang kurang cerdas. Selain itu, pembelajaran terdiferensiasi tidak menugaskan setiap siswa serangkaian tugas yang berbeda. Dengan mengondisikan siswa yang telah dikategorikan menurut pilihan guru atas beberapa metode penyampaian konten yang sesuai untuk kelompok siswa, penelitian ini bertujuan untuk memfasilitasi pelaksanaan proses pembelajaran guru.
Investigating differentiated instruction in primary schools using a progressivist-based methodology is the goal of this study. This study looks at differentiated instruction, how to use it, and what media are required. Differentiated learning does not require teachers to instruct 32 pupils in 32 distinct ways. Educators are not required to assign more questions to pupils who finish assignments more quickly. Additionally, differentiated learning does not mandate that teachers place the bright students with the smart students and the less intelligent students with the less intelligent students. It also does not assign every youngster a separate assignment. The goal of this study is to make it easier for teachers to implement their lesson plans by conditioning students to be categorized based on the teacher's recommendations and developing multiple delivery methods for different subject matter.