MANAJEMEN KURIKULUM MERDEKA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI: STUDI KUALITATIF DI UPTD TK NEGERI PEMBINA BAJUIN
Kata Kunci:
Manajemen Kurikulum Merdeka, Kualitas Pembelajaran, Pendidikan Anak Usia Dini, Manajemen KurikulumAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen Kurikulum Merdeka dalam meningkatkan kualitas pembelajaran anak usia dini di UPTD TK Negeri Pembina Bajuin Kabupaten Tanah Laut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru Kelompok A, guru Kelompok B, dan operator sekolah yang dipilih secara purposive. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen Kurikulum Merdeka di UPTD TK Negeri Pembina Bajuin telah dilaksanakan melalui tiga fungsi utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, sekolah menyusun Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan (KOSP) secara kolaboratif dengan melibatkan kepala sekolah, guru, pengawas sekolah, dan komite sekolah. Pada tahap pelaksanaan, pembelajaran dilaksanakan dengan pendekatan yang berpusat pada anak melalui kegiatan bermain yang bermakna dan pembelajaran berbasis proyek. Sementara itu, evaluasi pembelajaran dilakukan melalui asesmen autentik yang meliputi catatan anekdot, hasil karya anak, foto berseri, dan portofolio. Penelitian ini juga menemukan bahwa masih terdapat kendala dalam implementasi Kurikulum Merdeka, terutama terkait pemahaman guru mengenai Capaian Pembelajaran (CP), Tujuan Pembelajaran (TP), dan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Secara keseluruhan, manajemen Kurikulum Merdeka yang dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran anak usia dini.
This study aims to analyze the management of the Merdeka Curriculum in improving the quality of early childhood learning at UPTD TK Negeri Pembina Bajuin, Tanah Laut Regency. This study employed a qualitative approach with a descriptive research design. The research subjects consisted of the principal, Group A teacher, Group B teacher, and school operator selected purposively. Data were collected through interviews, observations, and documentation. Data analysis used the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source and technique triangulation. The results showed that the management of the Merdeka Curriculum was implemented through three main functions: planning, implementation, and evaluation. In the planning stage, the school collaboratively developed the School Operational Curriculum (KOSP) involving the principal, teachers, school supervisors, and the school committee. In the implementation stage, learning was conducted through child-centered approaches using meaningful play activities and project-based learning. Meanwhile, the evaluation process was carried out through authentic assessments, including anecdotal records, children's work, sequential photographs, and portfolios. The study also found several challenges in implementing the Merdeka Curriculum, particularly related to teachers' understanding of Learning Outcomes (CP), Learning Objectives (TP), and the Strengthening Pancasila Student Profile Project (P5). Overall, the systematic and sustainable management of the Merdeka Curriculum contributes positively to improving the quality of early childhood learning.




