IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MENDALAM DALAM PROYEK TOGA PADA ANAK USIA DINI : STUDI KASUS DI UPTD TK NEGERI PEMBINA BAJUIN
Kata Kunci:
Pembelajaran Mendalam, Proyek Toga, Anak Usia Dini, Pembelajaran Berbasis ProyekAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran mendalam melalui proyek toga pada anak usia dini di UPTD TK Negeri Pembina Bajuin. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru kelas A, dan anak kelompok A sejumlah 14 anak yang terlibat dalam proyek tanaman sehat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran mendalam diimplementasikan melalui proyek tanaman obat keluarga (TOGA) yang meliputi kegiatan persiapan lahan, penanaman, perawatan, dan panen. Keterlibatan aktif anak dalam setiap tahapan proyek mampu mengembangkan rasa ingin tahu, pengetahuan tentang tanaman obat keluarga, kemampuan bekerja sama, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan. Guru berperan sebagai fasilitator, motivator, dan pendamping yang mendukung terciptanya pengalaman belajar yang bermakna. Temuan penelitian menunjukkan bahwa proyek tanaman obat keluarga (TOGA) mampu mengintegrasikan aspek kognitif, afektif, dan sosial dalam satu pengalaman belajar yang utuh sehingga mendukung implementasi pembelajaran mendalam pada pendidikan anak usia dini.
This study aimed to describe the implementation of deep learning through a family medicinal plant (TOGA) project in early childhood education at UPTD TK Negeri Pembina Bajuin. The study employed a qualitative approach using a case study design. The research subjects consisted of the school principal, the Group A teacher, and 14 Group A children involved in the healthy plant project. Data were collected through observation, interviews, and documentation, and were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that deep learning was implemented through a family medicinal plant (TOGA) project involving land preparation, planting, maintenance, and harvesting activities. Children's active participation in each stage of the project fostered curiosity, knowledge of family medicinal plants, collaboration skills, responsibility, and environmental awareness. Teachers played significant roles as facilitators, motivators, and learning companions in supporting meaningful learning experiences. The study concludes that the family medicinal plant (TOGA) project successfully integrated cognitive, affective, and social aspects into a holistic learning experience, thereby supporting the implementation of deep learning in early childhood education.




