PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK USIA DINI MELALUI KEGIATAN BERCERITA ISLAMI: MENUMBUHKAN KEJUJURAN DAN SIKAP ANTI-BULLYING BERBASIS KETELADANAN RASULULLAH SAW DI RA DARUL KHAIRAT

Penulis

  • Siti Raihanah Universitas Lambung Mangkurat
  • Ahmad Suriansyah Universitas Lambung Mangkurat
  • Rizky Amelia Universitas Lambung Mangkurat

Kata Kunci:

Pendidikan Karakter, Anak Usia Dini, Bercerita Islami, Kejujuran, Anti-Bullying, Rasulullah SAW

Abstrak

Pendidikan karakter pada anak usia dini menjadi fondasi penting dalam membentuk perilaku sosial dan moral anak di masa depan. Fenomena menurunnya sikap kejujuran serta meningkatnya perilaku bullying pada anak menunjukkan perlunya strategi pendidikan yang efektif dan sesuai dengan perkembangan anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembentukan karakter anak usia dini melalui kegiatan bercerita Islami dengan tema kejujuran dan sikap anti bullying berbasis keteladanan Rasulullah SAW di RA Darul Khairat. Metode yang digunakan adalah mini riset dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang bersifat deskriptif, dengan fokus pada praktik nyata di RA Darul Khairat. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dengan kegiatan bercerita, wawancara mendalam dengan guru, kepala madrasah, dan beberapa wali murid, serta dokumentasi cerita Islami yang digunakan di kelas dengan subjek penelitian terdiri dari 12 anak usia 5–6 tahun yang terdaftar di RA Darul Khairat, 1 Kepala Sekolah, 2 guru pendamping, dan 2 orangtua sebagai informan kunci, sehingga total informan sebanyak 15 orang. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif selama 2 minggu (durasi penelitian), wawancara mendalam dengan guru dan orangtua, serta dokumentasi aktivitas bercerita dan portofolio anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bercerita Islami yang terstruktur (sesi mingguan berdurasi 30–40 menit, penggunaan cerita Nabi dengan metode tanya-jawab dan dramatization, serta penguatan nilai melalui permainan dan pujian) secara signifikan berkontribusi pada pembentukan karakter anak. Temuan utama meliputi: Peningkatan perilaku jujur, setelah 1 minggu, frekuensi perilaku berkata jujur meningkat dari rata rata 1–2 kejadian per minggu menjadi 4–5 kejadian per minggu berdasarkan catatan observasi guru dan laporan orangtua, Penurunan tindakan bullying ringan, insiden dorong-mendorong, mengejek, dan mengambil mainan tanpa izin menurun. Dengan demikian, kegiatan bercerita Islami dapat dijadikan salah satu metode pendidikan karakter yang efektif dalam pembelajaran anak usia dini.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30