GAMBARAN BERPIKIR KRITIS PADA MAHASISWA UKSW PENGGUNA ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) CHAT GPT

Penulis

  • Imanuel Saut Parulian Purba Universitas Kristen Satya Wacana
  • Heru Astikasari Setya Murti Universitas Kristen Satya Wacana

Kata Kunci:

Berpikir Kritis, Artificial Intelligence, Chat GPT, Mahasiswa, Pembelajaran

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran berpikir kritis pada mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) pengguna Artificial Intelligence (AI) Chat GPT. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi untuk memahami pengalaman mahasiswa dalam menggunakan Chat GPT pada proses pembelajaran dan penyelesaian tugas akademik. Partisipan penelitian berjumlah tiga mahasiswa UKSW berusia 18–25 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan metode grounded theory melalui tahap pengkodean terbuka, aksial, dan selektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menggunakan Chat GPT secara kritis melalui lima aspek berpikir kritis menurut Ennis, yaitu kemampuan memberikan penjelasan singkat, dasar pengambilan keputusan, menarik kesimpulan, penjelasan lanjut, serta memperkirakan dan menggabungkan informasi. Mahasiswa tidak menerima jawaban AI secara langsung, tetapi melakukan verifikasi dengan buku, jurnal, dosen, maupun pemahaman pribadi. Selain membantu memperluas wawasan, memahami konsep, dan meningkatkan efisiensi belajar, penggunaan Chat GPT juga berpotensi menimbulkan ketergantungan apabila tidak digunakan secara bijaksana. Oleh karena itu, penggunaan AI perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir mandiri agar dapat mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis mahasiswa.

This study aims to describe the critical thinking skills of students at Satya Wacana Christian University (UKSW) who use Artificial Intelligence (AI) Chat GPT. The research employed a qualitative approach with a phenomenological design to understand students’ experiences in using Chat GPT for learning processes and completing academic tasks. The participants consisted of three UKSW students aged 18–25 years selected through purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews, observations, field notes, and documentation. The data were analyzed using grounded theory methods through open, axial, and selective coding stages. The findings showed that students were able to use Chat GPT critically through five aspects of critical thinking according to Ennis, namely providing simple explanations, decision-making basis, drawing conclusions, advanced clarification, and estimating and integrating information. Students did not directly accept AI-generated answers but verified them through books, journals, lecturers, and personal understanding. Besides helping students broaden their knowledge, understand concepts, and improve learning efficiency, the use of Chat GPT also has the potential to create dependency if not used wisely. Therefore, the use of AI should be balanced with independent thinking skills in order to support the development of students’ critical thinking abilities.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30