“MANAJEMEN PEMBELAJARAN BERBASIS LINGKUNGAN DALAM PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER CINTA LINGKUNGAN PADA ANAK USIA DINI : STUDI KASUS DI UPTD TK NEGERI PEMBINA PANYIPATAN”

Penulis

  • Indah Lestari Universitas Lambung Mangkurat
  • Aslamiah Universitas Lambung Mangkurat

Kata Kunci:

Manajemen Pembelajaran, Pembelajaran Berbasis Lingkungan, Karakter Cinta Lingkungan, PAUD

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis manajemen pembelajaran berbasis lingkungan dalam mengembangkan karakter cinta lingkungan pada anak usia dini di UPTD TK Negeri Pembina Panyipatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi, dengan subjek penelitian kepala sekolah dan guru. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pembelajaran berbasis lingkungan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, guru mengintegrasikan tema lingkungan, kegiatan eksplorasi alam, serta pemanfaatan bahan alam sebagai sumber belajar dalam RPPH. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan melalui kegiatan bermain, pengamatan, eksplorasi lingkungan, dan pembiasaan perilaku peduli lingkungan. Evaluasi dilakukan menggunakan asesmen autentik melalui observasi, catatan anekdot, dan dokumentasi untuk mengetahui perkembangan karakter anak. Pembelajaran berbasis lingkungan terbukti memberikan dampak positif terhadap pengembangan karakter cinta lingkungan yang ditunjukkan melalui meningkatnya kebiasaan menjaga kebersihan, merawat tanaman, tanggung jawab terhadap lingkungan, serta antusiasme anak dalam kegiatan belajar di alam. Kebaruan penelitian ini adalah ditemukannya model sederhana manajemen pembelajaran berbasis lingkungan yang bersifat kontekstual, fleksibel, dan berkelanjutan melalui integrasi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam penguatan karakter cinta lingkungan. Model ini menunjukkan bahwa pemanfaatan lingkungan sekitar secara optimal dapat menjadi sumber belajar yang efektif, khususnya pada satuan PAUD di wilayah pedesaan dengan keterbatasan sarana.

This study aims to describe and analyze environmental-based learning management in developing environmental character in early childhood at the UPTD TK Negeri Pembina Panyipatan. The study employed a qualitative approach with descriptive research. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation studies, with the principal and teachers as subjects. Data analysis employed the Miles, Huberman, and Saldaña model, which encompasses data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that environmental-based learning management is implemented through three main stages: planning, implementation, and evaluation. During the planning stage, teachers integrate environmental themes, nature exploration activities, and the use of natural materials as learning resources into the RPPH (Regional Learning Plan). Learning is implemented through play, observation, environmental exploration, and the development of environmentally conscious behaviors. Evaluation uses authentic assessment through observation, anecdotal notes, and documentation to determine children's character development. Environmental-based learning has been shown to have a positive impact on the development of environmental character, demonstrated by increased habits of maintaining cleanliness, caring for plants, environmental responsibility, and children's enthusiasm for learning activities in nature. The novelty of this research is the discovery of a simple model for environmentally-based learning management that is contextual, flexible, and sustainable through the integration of planning, implementation, and evaluation to strengthen environmental character. This model demonstrates that optimally utilizing the surrounding environment can be an effective learning resource, particularly in early childhood education (PAUD) units in rural areas with limited resources.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30