PROGRAM LITERASI CERIA DALAM MENUMBUHKAN MINAT MEMBACA ANAK USIA DINI
Studi Kasus Di Uptd Tk Negeri Pembina Panyipatan
Kata Kunci:
Literasi Anak Usia Dini, Budaya Membaca, Program Literasi Sekolah, Minat Baca AnakAbstrak
Minat membaca merupakan salah satu aspek penting yang perlu dikembangkan sejak usia dini sebagai dasar kemampuan literasi anak. Namun, perkembangan teknologi digital dan kurangnya pembiasaan membaca menjadi tantangan dalam menumbuhkan minat baca anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Program Literasi Ceria dalam menumbuhkan minat membaca anak usia dini di UPTD TK Negeri Pembina Panyipatan, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Sumber data terdiri atas kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta dokumen yang berkaitan dengan program literasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Literasi Ceria dilaksanakan melalui berbagai kegiatan, yaitu literasi terintegrasi dalam pembelajaran, kegiatan bercerita, pemanfaatan pojok baca, penggunaan media digital, dan keterlibatan orang tua. Program ini mampu menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sehingga anak menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap kegiatan membaca dan literasi. Faktor pendukung program meliputi peran aktif guru, tersedianya pojok baca, penggunaan media pembelajaran yang bervariasi, dukungan sekolah, kerja sama dengan perpustakaan daerah, serta keterlibatan orang tua. Adapun faktor penghambat meliputi ketertarikan sebagian anak terhadap gawai, keterbatasan variasi buku bacaan, perbedaan kemampuan fokus anak, dan belum optimalnya pembiasaan membaca di rumah. Dengan demikian, Program Literasi Ceria dapat menjadi salah satu praktik baik dalam pengembangan budaya literasi anak usia dini melalui kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Reading interest is an important aspect that needs to be developed from an early age as a foundation for children's literacy skills. However, the development of digital technology and the lack of reading habits pose challenges in fostering reading interest in early childhood. This study aims to describe the implementation of the Ceria Literacy Program in fostering reading interest in early childhood at the Pembina Panyipatan State Kindergarten Technical Implementation Unit (UPTD), and to identify supporting and inhibiting factors. The study used a qualitative approach with a case study. Data sources included the principal, teachers, education staff, and documents related to the literacy program. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. Data analysis used the Miles and Huberman model, which includes data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results show that the Ceria Literacy Program is implemented through various activities, including integrated literacy in learning, storytelling, utilization of reading corners, use of digital media, and parental involvement. This program is able to create a fun learning experience, resulting in children showing high enthusiasm for reading and literacy activities. Supporting factors for the program include the active role of teachers, the availability of reading corners, the use of a variety of learning media, school support, collaboration with local libraries, and parental involvement. Inhibiting factors include some children's interest in gadgets, limited variety of reading materials, differences in children's attention spans, and suboptimal reading habits at home. Therefore, the Ceria Literacy Program can be a good practice in developing a culture of early childhood literacy through collaboration between schools, families, and the community




