PERAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM MENGATASI FEAR OF MISSING OUT (FOMO) PADA REMAJA

Penulis

  • Muhammad Usamah Asyaddulloh UIN Suska Riau
  • Diana Ispiana Putri UIN Suska Riau
  • Imroatul Mahsunah UIN Suska Riau
  • Dwi Fatimah Azzahra Wibowo UIN Suska Riau
  • Nursyifa Irina Putri UIN Suska Riau

Kata Kunci:

Berinai Curi, Nilai Etika, Degradasi Budaya, Adat Melayu

Abstrak

Fear of Missing Out (FoMO) merupakan fenomena psikologis yang semakin banyak dialami remaja di era digital akibat perkembangan teknologi informasi dan penggunaan media sosial yang intensif. FoMO ditandai dengan munculnya rasa takut tertinggal informasi, aktivitas, maupun pengalaman sosial yang dimiliki orang lain. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan mental remaja, seperti meningkatnya kecemasan, stres, rendahnya kepercayaan diri, gangguan konsentrasi belajar, hingga menurunnya kualitas interaksi sosial di dunia nyata. Remaja menjadi kelompok yang rentan mengalami FoMO karena berada pada fase perkembangan identitas diri dan memiliki kebutuhan tinggi untuk diterima dalam lingkungan sosial. Dalam konteks tersebut, bimbingan dan konseling memiliki peran penting dalam membantu remaja mengatasi dampak negatif FoMO melalui pendekatan preventif, kuratif, dan pengembangan diri. Penelitian ini menggunakan metode library research atau studi kepustakaan dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah berupa jurnal, buku, artikel akademik, dan hasil penelitian terdahulu yang berkaitan dengan FoMO dan layanan bimbingan serta konseling. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai bentuk-bentuk FoMO pada remaja serta strategi layanan konseling yang relevan dalam penanganannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling mampu membantu remaja dalam mengembangkan kontrol diri, meningkatkan literasi digital, membangun konsep diri positif, serta mengurangi ketergantungan terhadap media sosial. Layanan yang dapat diterapkan meliputi layanan informasi, konseling individu, konseling kelompok, bimbingan kelompok, dan pendekatan cognitive behavior therapy (CBT). Selain itu, kolaborasi antara guru BK, orang tua, dan lingkungan sekolah juga menjadi faktor penting dalam mendukung kesehatan mental remaja di era digital. Dengan demikian, bimbingan dan konseling memiliki kontribusi signifikan dalam membantu remaja menghadapi tantangan psikologis akibat FoMO sehingga tercipta perkembangan pribadi dan sosial yang lebih sehat.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-31