FORECASTING KEBERANGKATAN PENUMPANG DOMESTIK BANDAR UDARA KAPTEN MULYONO DI KOTA KUALA PEMBUANG PADA TAHUN 2044 DENGAN METODE LINEAR

Penulis

  • Jeremy Kristiawan Yudha Universitas Palangka Raya
  • Robby Universitas Palangka Raya
  • Supiyan Universitas Palangka Raya

Kata Kunci:

Analisis Fasilitas Sisi Udara, Bandara

Abstrak

Bandar Udara Kapten Mulyono Kuala Pembuang di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, merupakan bandara domestik kelas III dengan fasilitas runway 36.000 m², taxiway 1.650 m², dan apron 7.555 m² yang melayani rute penerbangan terbatas seperti Banjarmasin dan Palangka Raya. Sebagai kota pesisir dengan pelabuhan dan potensi wisata, pertumbuhan penduduk Kuala Pembuang diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan transportasi udara. Karena itu, dilakukan penelitian untuk menilai apakah bandara ini masih mampu memenuhi kebutuhan penumpang hingga tahun 2044, dengan pesawat yang saat ini digunakan yaitu Cessna C-208 Grand Caravan berkapasitas 12 penumpang. tujuan penelitian ini adalah menganalisis kondisi serta kelengkapan fasilitas sisi udara di Bandar Udara Kapten Mulyono, menganalisis proyeksi peningkatan jumlah penumpang dan pesawat dalam 20 tahun mendatang, serta menilai apakah fasilitas yang ada masih mampu menampung kebutuhan tersebut dan merencanakan pengembangan fasilitas sisi udara apabila hasil analisis menunjukkan ketidakmampuan dalam melayani peningkatan penumpang di masa depan. Berdasarkan hasil survei, fasilitas sisi udara di Bandar Udara Kapten Mulyono Kota Kuala Pembuang sudah tergolong lengkap. Namun, dari hasil analisis untuk umur rencana 20 tahun ke depan, diperlukan peningkatan panjang runway dari 1.200 meter menjadi 1.389 meter guna mengakomodasi pesawat tipe ATR 42-600. Selain itu, luas apron yang saat ini berukuran 103,5 meter x 73 meter juga perlu ditingkatkan menjadi 140 meter x 73 meter, sedangkan untuk taxiway tidak diperlukan peningkatan karena masih memadai untuk digunakan pesawat ATR 42-600.

Kapten Mulyono Kuala Pembuang Airport in Seruyan Regency, Central Kalimantan, is a Class III domestic airport with facilities including a 36,000 m² runway, a 1,650 m² taxiway, and a 7,555 m² apron, serving limited flight routes such as Banjarmasin and Palangka Raya. As a coastal city with a port and tourism potential, the population growth of Kuala Pembuang is expected to increase the demand for air transportation. Therefore, this study was conducted to assess whether the airport can still accommodate passenger needs until 2044, considering that the current aircraft used is the Cessna C-208 Grand Caravan with a capacity of 12 passengers.The objectives of this research are to analyze the condition and completeness of the airside facilities at Kapten Mulyono Airport, to project the increase in the number of passengers and aircraft over the next 20 years, and to evaluate whether the existing facilities can still meet future demands, as well as to plan the development of airside facilities should the analysis indicate an inability to serve the projected passenger growth. Based on the survey results, the airside facilities at Kapten Mulyono Airport in Kuala Pembuang are considered complete. However, the analysis for a 20-year planning horizon indicates the need to extend the runway length from 1,200 meters to 1,389 meters to accommodate ATR 42-600 aircraft. In addition, the apron, currently measuring 103.5 meters in length and 73 meters in width, needs to be expanded to 140 meters in length and 73 meters in width, while the taxiway does not require any expansion as it remains adequate for ATR 42-600 operations.

Unduhan

Diterbitkan

2026-05-07