PENERAPAN METODE CERITA BERANTAI UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA KELAS IV SDN 3 KAPAR TABALONG

Penulis

  • Gusti Annisa Nur Aziza Universitas PGRI Kalimantan
  • Isna Kasmilawati Universitas PGRI Kalimantan

Kata Kunci:

Cerita Berantai, Keterampilan Berbicara, Penelitian Tindakan Kelas

Abstrak

Keterampilan berbicara merupakan kompetensi inti yang harus dikembangkan dalam pembelajran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, namun kenyataannya  menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang mengalami kesulitan berbicara dengan lancar dan percaya diri karena dominasi metode ceramah yang kurang memberikan ruang bagi siswa untuk berlatih berbicara secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas IV melalui penerapan metode cerita berantai dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 16 siswa kelas IV SDN 3 Kapar Tabalong. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes keterampilan berbicara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan ketuntasan klasikal yang konsisten dari 37,5% pada kondisi awal menjadi 87,5% dengan rata-rata nilai kelas 83,87 pada akhir Siklus II. Temuan ini membuktikan bahwa metode cerita berantai efektif menciptakan pembelajran yang aktif dan kolaboratif sehingga mampu meningkatkan keberanian, kelancaran, dan kepercayaan diri siswa dalam berbicara.

Speaking skills are a core competency that must be developed in Indonesian language learning in elementary schools. However, many students still struggle to speak fluently and confidently due to the dominance of the lecture method, which provides little opportunity for active speaking practice. This study aims to improve the speaking skills of fourth-grade students through the application of the story-telling method in Indonesian language learning. The study used Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects were 16 fourth-grade students at SDN 3 Kapar Tabalong. Data collection was conducted through observation, speaking skills tests, and documentation. The results showed a consistent increase in classical mastery from 37.5% at the beginning to 87.5%, with an average class score of 83.87 at the end of Cycle II. These findings demonstrate that the story-telling method is effective in creating active and collaborative learning, thereby increasing students' courage, fluency, and confidence in speaking.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-31