DEIKSIS BAHASA MELAYU DIALEK SAMBAS DALAM FILM KUALI HANGUS KAJIAN PRAGMATIK
Kata Kunci:
Deiksis, Pragmatik, Film Kuali Hangus, Melayu SambasAbstrak
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan fungsi deiksis dalam film Kuali Hangus menggunakan kajian pragmatik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data berupa tuturan yang mengandung deiksis dalam dialog film, yang dikumpulkan melalui teknik simak dan catat. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 92 kutipan dialog yang mengandung lima jenis deiksis, yaitu deiksis persona, tempat, waktu, wacana, dan sosial. Deiksis persona ditemukan sebanyak 76 data, deiksis tempat 20 data, deiksis waktu 18 data, deiksis wacana 5 data, dan deiksis sosial 8 data. Jumlah keseluruhan temuan mencapai 127 data karena satu kutipan dialog dapat memuat lebih dari satu jenis deiksis. Deiksis persona menjadi jenis yang paling dominan karena sering digunakan dalam interaksi antartokoh. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan deiksis dalam film Kuali Hangus tidak hanya berfungsi sebagai penunjuk acuan tuturan, tetapi juga mencerminkan hubungan sosial dan nilai budaya masyarakat Melayu Sambas.
Abstrak
This study aims to describe the forms and functions of deixis in the film Kuali Hangus using a pragmatic approach. The research employed a descriptive qualitative method. The data consisted of utterances containing deixis in the film dialogues, collected through observation and note-taking techniques. Data were analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model, while validity was ensured through theory triangulation. The findings revealed 92 dialogue excerpts containing five types of deixis: person, place, time, discourse, and social deixis. Person deixis was found in 76 data, place deixis in 20 data, time deixis in 18 data, discourse deixis in 5 data, and social deixis in 8 data. The total number of deictic expressions reached 127 because a single dialogue excerpt could contain more than one type of deixis. Person deixis was the most dominant type due to its frequent use in character interactions. The findings indicate that deixis in Kuali Hangus functions not only as a reference marker in communication but also as a reflection of social relationships and the cultural values of the Sambas Malay community.




