IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN OPEN ENDED PROBLEMS DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA PADA MATA PELAJARAN FIQIH DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MA’ARIF 1 PAMEKASAN
Kata Kunci:
Open Ended Problems, Kemampuan Pemecahan Masalah Dan Pembelajaran FiqihAbstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan pemecahan masalah siswa dalam pembelajaran Fiqih. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengembangkan kemampuan tersebut adalah melalui penerapan model pembelajaran Open ended problems yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menemukan berbagai alternatif solusi terhadap suatu permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran Open ended problems dalam mengembangkan kemampuan pemecahan masalah siswa pada mata pelajaran Fiqih di SMP Ma’arif 1 Pamekasan serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data penelitian meliputi kepala sekolah, guru Fiqih, dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model pembelajaran Open ended problems pada mata pelajaran Fiqih dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu penyajian masalah terbuka, pemahaman masalah, eksplorasi berbagai alternatif solusi, diskusi dan presentasi hasil, serta penarikan kesimpulan. Penerapan model ini mampu mengembangkan kemampuan pemecahan masalah siswa yang ditunjukkan melalui kemampuan memahami masalah, menganalisis berbagai alternatif penyelesaian, memberikan argumentasi yang logis, serta mengaitkan solusi dengan dalil dan ketentuan hukum Islam. Faktor pendukung implementasi model ini meliputi kompetensi guru, keaktifan siswa, serta dukungan sekolah terhadap pembelajaran inovatif. Adapun faktor penghambatnya meliputi perbedaan kemampuan siswa dalam memahami masalah, keterbatasan waktu pembelajaran, dan kurangnya keberanian sebagian siswa dalam mengemukakan pendapat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Open ended problems efektif diterapkan dalam pembelajaran Fiqih karena mampu mengembangkan kemampuan pemecahan masalah siswa serta menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif, kritis, dan bermakna.




