ANALISIS MANAJERIAL SERIKAT PEKERJA DALAM MEMINIMALISIR MASALAH HUBUNGAN INDUSTRIAL

Penulis

  • Intan Pitaloka Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Yuliana Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Windi Rahmawati Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
  • Emi Puspita Dewi Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Kata Kunci:

Serikat Pekerja, Hubungan Industrial, Manajemen, Konflik Kerja, Studi Literatur

Abstrak

Hubungan industrial merupakan aspek penting dalam menjaga stabilitas organisasi dan kesejahteraan pekerja. Serikat pekerja memainkan peran strategis dalam menjembatani kepentingan pekerja dan manajemen guna mencegah konflik industrial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajerial serikat pekerja dalam meminimalisir masalah hubungan industrial berdasarkan kajian literatur dari berbagai sumber akademik dan empiris. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan meninjau jurnal, buku, dan laporan resmi terkait praktik serikat pekerja di Indonesia dan dunia. Hasil kajian menunjukkan bahwa efektivitas manajerial serikat pekerja dalam meminimalisir konflik bergantung pada kemampuan komunikasi, negosiasi, dan kolaborasi dengan manajemen. Selain itu, transparansi serta partisipasi aktif anggota menjadi faktor kunci dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis.

Industrial relations are a crucial aspect in maintaining organizational stability and worker welfare. Trade unions play a strategic role in bridging the interests of workers and management to prevent industrial conflict. This study aims to analyze the managerial role of trade unions in minimizing industrial relations problems based on a literature review from various academic and empirical sources. The research method used is a literature review, reviewing journals, books, and official reports related to trade union practices in Indonesia and globally. The results of the study indicate that the effectiveness of trade union management in minimizing conflict depends on the ability to communicate, negotiate, and collaborate with management. Furthermore, transparency and active member participation are key factors in creating harmonious industrial relations.

Unduhan

Diterbitkan

2025-12-30