PERAN SISTEM DAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MANAJEMEN LOGISTIK UNTUK MENJANGKAU KAWASAN TERTINGGAL, TERDEPAN, DAN TERLUAR (3T)
Kata Kunci:
3T, Distribusi, Sistem Informasi, Teknologi InformasiAbstrak
Distribusi logistik yang efisien merupakan pilar pembangunan ekonomi, namun menjadi tantangan besar di Indonesia yang merupakan negara kepulauan, terutama untuk menjangkau wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Keterbatasan infrastruktur, sumber daya manusia, serta kondisi geografis di wilayah 3T menyebabkan biaya logistik tinggi dan disparitas harga, yang menghambat kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menyintesis peran strategis Sistem dan Teknologi Informasi (SI/TI) dalam mengatasi tantangan dan meningkatkan efisiensi distribusi barangx ke kawasan 3T. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 10 artikel relevan yang terbit antara tahun 2020-2025. Hasil analisis tematik menunjukkan bahwa SI/TI memiliki peran krusial melalui tiga tema utama. Pertama, inisiatif pemerintah seperti program Tol Laut yang didukung platform digital seperti SITOLAUT terbukti mampu mengurangi disparitas harga (Purba et al., 2025), meskipun masih menghadapi tantangan seperti rendahnya muatan balik. Kedua, teknologi spesifik seperti Warehouse Management System (WMS), Internet of Things (IoT) untuk pelacakan, dan e-commerce secara langsung meningkatkan efisiensi operasional, transparansi, dan akses pasar bagi pelaku usaha di daerah 3T (Oktavia, 2023). Ketiga, dampak implementasi SI/TI menunjukkan adanya peningkatan efisiensi dan penurunan biaya, namun efektivitasnya masih dibatasi oleh kesenjangan digital, ketersediaan infrastruktur pendukung (internet dan listrik), dan kompetensi sumber daya manusia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi SI/TI adalah enabler fundamental untuk logistik di kawasan 3T, namun keberhasilannya memerlukan pendekatan holistik yang menyinergikan pembangunan infrastruktur fisik, peningkatan kapasitas digital, dan kebijakan yang berkelanjutan.
Efficient logistics distribution has long been a cornerstone of economic development. However, in an archipelagic country like Indonesia, reaching the Disadvantaged, Frontier, and Outermost (3T) regions remains a persistent challenge. These areas often face logistical difficulties due to limited infrastructure, geographical barriers, and a lack of skilled human resources, resulting in high distribution costs and stark price disparities. This study aimed to explore the strategic role of Information Systems and Information Technology (IS/IT) in improving logistics efficiency in these underserved regions. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted, analyzing 10 relevant articles published between 2020 and 2025. The findings highlight three key themes that demonstrate the critical role of IS/IT. First, government-led initiatives such as the Sea Toll Program, supported by digital platforms like SITOLAUT, help reduce price disparities—although challenges such as low return cargo volumes persist. Second, the adoption of specific technologies, including Warehouse Management Systems (WMS), the Internet of Things (IoT), and e-commerce, enhances operational efficiency, market access, and transparency for local businesses. Third, while IS/IT implementation shows positive impacts in reducing costs and improving logistics performance, its success is often limited by digital inequality, lack of supporting infrastructure (such as electricity and internet), and gaps in digital literacy. This study concludes that IS/IT serves as a fundamental enabler for strengthening logistics systems in 3T regions. However, realizing its full potential requires a holistic approach that integrates physical infrastructure development, digital capacity building, and supportive, long-term policy frameworks.




