GOODWILL: ASET ATAU BEBAN TERSEMBUNYI? EVALUASI PASCA-AKUISISI DAN RISIKO PENURUNAN NILAI BERDASARKAN PSAK 48 PADA EMITEN BIG TECH INDONESIA
STUDI KASUS GOTO GOJEK TOKOPEDIA TBK
Kata Kunci:
Goodwill, Penurunan Nilai, Perusahaan TeknologiAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah goodwill dapat dipandang sebagai aset yang memberikan manfaat ekonomi atau justru berpotensi menjadi beban tersembunyi dalam konteks perusahaan teknologi, dengan studi kasus pada GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menganalisis laporan keuangan, catatan atas laporan keuangan (CALK), serta indikator eksternal berupa pergerakan harga saham. Analisis difokuskan pada sinergi operasional pasca-akuisisi, ketepatan estimasi nilai pakai (value in use), serta indikasi eksternal penurunan nilai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pendapatan mengalami peningkatan, profitabilitas perusahaan masih belum stabil sehingga manfaat ekonomi dari goodwill belum sepenuhnya terealisasi. Selain itu, pengujian penurunan nilai berdasarkan PSAK 48 sangat bergantung pada asumsi subjektif, seperti tingkat pertumbuhan dan tingkat diskonto, yang berpotensi menimbulkan bias. Indikator pasar juga menunjukkan adanya perbedaan antara nilai tercatat dan persepsi investor, yang mengindikasikan potensi overvaluasi goodwill. Dengan demikian, goodwill tidak hanya berfungsi sebagai aset, tetapi juga berpotensi menjadi beban tersembunyi apabila ekspektasi yang mendasarinya tidak tercapai.




