WAKAF UANG DI ERA DIGITAL: ANALISIS TRANSPARANSI BERDASARKAN PSAK 112 PADA DOMPET DHUAFA

Penulis

  • Sasti Putri Muda Hasibuan Universitas Negeri Medan
  • Alfiya Husna Universitas Negeri Medan
  • Khania Evline Lorenca br Karo Universitas Negeri Medan
  • Al Wahfi Suhada Sipahutar Universitas Negeri Medan

Kata Kunci:

Digitalisasi, PSAK 112, Wakaf Uang

Abstrak

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi dalam pengelolaan wakaf uang, khususnya dalam penghimpunan dan pelaporan keuangan. Kondisi ini menuntut peningkatan transparansi dan akuntabilitas lembaga pengelola wakaf. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transparansi pengelolaan wakaf uang di era digital berdasarkan penerapan PSAK 112 pada Dompet Dhuafa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan studi literatur, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PSAK 112 berperan penting dalam meningkatkan transparansi melalui penyajian laporan keuangan yang sistematis dan terstandarisasi. Namun, implementasinya belum optimal karena keterbatasan sumber daya manusia dan sistem pencatatan. Digitalisasi juga mendukung transparansi, meskipun masih menghadapi tantangan literasi teknologi dan keamanan data.

The development of digital technology has driven transformation in the management of cash waqf, particularly in fundraising and financial reporting. This condition requires increased transparency and accountability of waqf management institutions. This study aims to analyze the transparency of cash waqf management in the digital era based on the implementation of PSAK 112 at Dompet Dhuafa. This research uses a descriptive qualitative approach with a case study method. Data were collected through documentation and literature study, then analyzed using descriptive qualitative techniques. The results show that PSAK 112 plays an important role in improving transparency through systematic and standardized financial reporting. However, its implementation is not yet optimal due to limited human resources and recording systems. Digitalization also supports transparency, although challenges remain in technological literacy and data security.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-29