ANALISIS PERDAGANGAN EKSPOR-IMPOR KOMODITAS BEBEK INDONESIA DENGAN NEGARA-NEGARA ASIA TAHUN 2025
Kata Kunci:
Perdagangan Internasional, Komoditas Bebek, Ekspor Impor, Daya Saing, AsiaAbstrak
Perdagangan komoditas peternakan memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan devisa negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja perdagangan, peluang pasar, serta tantangan komoditas bebek Indonesia di kawasan Asia tahun 2025. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis deskriptif berdasarkan data sekunder dari Badan Pusat Statistik, Kementerian Pertanian, dan database perdagangan internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspor masih didominasi oleh komoditas primer seperti bebek hidup dan telur, sementara impor lebih besar pada pakan ternak dan daging bebek, sehingga menyebabkan defisit neraca perdagangan. Selain itu, ditemukan adanya peluang pasar yang cukup besar di kawasan Asia, namun dihadapkan pada berbagai tantangan seperti ketergantungan impor, rendahnya nilai tambah produk, serta keterbatasan teknologi dan efisiensi produksi.
Livestock commodity trade plays an important role in supporting economic growth and increasing national foreign exchange earnings. This study aims to analyze the trade performance, market opportunities, and challenges of Indonesia’s duck commodities in the Asian region in 2025. The research uses a quantitative approach with descriptive analysis based on secondary data obtained from the Central Statistics Agency, the Ministry of Agriculture, and international trade databases. The results indicate that exports are still dominated by primary commodities such as live ducks and duck eggs, while imports are higher in animal feed and duck meat, resulting in a trade deficit. In addition, there are significant market opportunities in Asia; however, several challenges persist, including dependence on imports, low value-added products, and limitations in technology and production efficiency.




