STRATEGI PENINGKATAN AKSES PEMBIAYAAN SYARIAH BAGI PETANI MELALUI PENDEKATAN LEMBAGA KEUANGAN MIKRO SYARIAH

Penulis

  • Wisnu Wardana Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi
  • Ariyun Anisah Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Kata Kunci:

Strategi, Akses Pembiayaan Syariah, Petani, BMT

Abstrak

Artikel dengan judul “Analisis Strategi Peningkatan Akses Pembiayaan Syariah Bagi Petani di Koperasi Konsumen Syariah BMT Agam Madani Nagari Kamang Mudiak Lamo”, yang disusun oleh Wisnu Wardana dengan Nim 3322247 jurusan Perbankan Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi Penelitian ini Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterbatasan akses petani terhadap lembaga keuangan syariah serta rendahnya pemahaman masyarakat tentang sistem pembiayaan berbasis syariah. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian petani masih bergantung pada tengkulak atau lembaga keuangan nonformal dengan sistem bunga yang memberatkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi yang diterapkan oleh Koperasi Konsumen Syariah BMT Agam Madani dalam meningkatkan akses pembiayaan syariah bagi petani serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengelola BMT dan petani sebagai nasabah, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi peningkatan akses pembiayaan syariah dilakukan melalui beberapa pendekatan utama, yaitu strategi sosialisasi dan edukasi pembiayaan syariah kepada petani, strategi pelayanan jemput bola, kemudahan prosedur pembiayaan, serta penyesuaian skema angsuran dengan siklus pendapatan petani. Kendala yang dihadapi meliputi rendahnya literasi keuangan syariah, keterbatasan sumber daya manusia, faktor geografis, serta fluktuasi pendapatan petani akibat kondisi alam. Upaya yang dilakukan BMT untuk mengatasi kendala tersebut antara lain melalui pendekatan personal, peningkatan peran petugas lapangan, dan penguatan kerja sama dengan tokoh masyarakat setempat.

The article entitled “Analysis of Strategies to Improve Access to Sharia Financing for Farmers at the Sharia Consumer Cooperative BMT Agam Madani, Nagari Kamang Mudiak Lamo,” authored by Wisnu Wardana (ID: 3322247), from the Islamic Banking, Departement at, State Islamic University (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, examines the strategies implemented by BMT Agam Madani in increasing farmers’ access to Islamic financing. The background of this research is the limited access of farmers to Islamic financial institutions and the low level of public understanding of sharia-based financing systems. This research uses a descriptive qualitative approach with field research methods. Data were collected through observation, in-depth interviews with BMT management and farmer customers, and documentation. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the strategies used include socialization and education of sharia financing, door-to-door services, simplification of financing procedures, and adjustment of installment schemes to farmers’ income cycles. The main obstacles include low sharia financial literacy, limited human resources, geographical barriers, and unstable farmers’ income due to natural conditions. The efforts made by BMT include strengthening community-based approaches and improving field services.

Unduhan

Diterbitkan

2026-06-30